Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN INSTITUTIONAL OWNERSHIP DALAM MEMODERASI PENGARUH RISIKO SISTEMATIS DAN FIRM SIZE TERHADAP HARGA SAHAM Maulida, Prima Noor
Indonesian Journal of Strategic Management Vol. 8 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Strategic Management
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ijsm.v8i1.11173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran institusional ownership dalam memoderasi pengaruh risiko sistematis dan firm size terhadap harga saham pada perusahaan sektor consumer cyclicals yang tercatat di Indeks Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif-eksplanatif, penelitian ini menganalisis sampel dari 39 perusahaan yang dipilih melalui teknik purposive sampling, menghasilkan 195 observasi. Analisis data menggunakan regresi data panel dengan Moderated Regression Analysis (MRA) untuk menguji efek moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa institusional ownership memiliki pengaruh signifikan positif terhadap harga saham dengan koefisien 1.385780 (p-value 0.0058). Risiko sistematis dan firm size secara independen tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap harga saham, namun ketika dimoderasi oleh institusional ownership, firm size menunjukkan pengaruh positif signifikan dengan koefisien interaksi 0.412193 (p-value 0.0125). Sebaliknya, institusional ownership tidak berhasil memoderasi pengaruh risiko sistematis terhadap harga saham. Temuan ini mengindikasikan bahwa kehadiran investor institusional berperan penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan perusahaan, khususnya pada perusahaan berskala besar, namun memiliki keterbatasan dalam mengendalikan faktor risiko sistematis. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan literatur keuangan terkait peran moderasi institusional ownership dan implikasi praktis bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi di sektor consumer cyclicals.
Segmentasi Karyawan Berdasarkan Kesehatan Mental dan Dampaknya terhadap Turnover Menggunakan Algoritma X-Means berbasis Kecerdasan Bisnis Basysyar, Fadhil Muhammad; Putri, Rizqy Amalia; Salim, Asep Yusapra; Maulida, Prima Noor
INFORMATION MANAGEMENT FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS : Journal of Information Management Vol 10 No 2 (2025): INFORMATION MANAGEMENT FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS (DES 2025)
Publisher : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51211/imbi.v10i2.3713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model segmentasi karyawan berdasarkan kesehatan mental dan dampaknya terhadap turnover menggunakan algoritma X-Means yang terintegrasi dalam sistem kecerdasan bisnis (business intelligence). Dengan memanfaatkan data survei dari 1.251 responden di sektor industri berbasis pengetahuan, penelitian ini mengidentifikasi tiga segmen utama karyawan yang merefleksikan variasi kondisi psikologis dan tingkat retensi. Hasil klasterisasi menunjukkan distribusi anggota pada Cluster_0 (132), Cluster_1 (168), dan Cluster_2 (951), dengan nilai Davies–Bouldin Index (DBI) sebesar –0,206, yang menandakan kualitas segmentasi yang sangat baik dan separasi antar-klaster yang optimal. Analisis mendalam memperlihatkan bahwa Cluster_0 merupakan kelompok dengan tingkat tekanan kerja dan risiko burnout tinggi, Cluster_1 menggambarkan keseimbangan psikososial moderat, sedangkan Cluster_2 merepresentasikan kesejahteraan mental dan loyalitas karyawan yang optimal. Temuan ini menegaskan bahwa X-Means lebih adaptif dibandingkan model tradisional seperti K-Means dalam mengidentifikasi struktur alami data yang kompleks. Implikasi praktis dari hasil penelitian ini adalah perlunya organisasi mengembangkan pendukung keputusan berbasis prediksi kesehatan mental untuk menurunkan tingkat turnover. Institusi pendidikan dan industri dapat mengintegrasikan model ini dalam kebijakan dukungan psikologis, layanan konseling, serta program kesejahteraan yang dipersonalisasi. Selain itu, penerapan Explainable AI (XAI) direkomendasikan untuk menginterpretasikan hasil segmentasi secara transparan dan memperkuat akuntabilitas keputusan berbasis data. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berkontribusi terhadap literatur mengenai kesehatan mental dan retensi tenaga kerja, tetapi juga membuka arah baru bagi integrasi analitik cerdas dan model adaptif dalam pengelolaan sumber daya manusia di era digital.