Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Numeracy Literacy Question Board as an Innovative Media for Interest in Learning Indonesian at Madrasah Ibtidaiyah Amreta , Midya Yuli; Lestari, Nanik Indah; Mukholifah , Siti; Putri, Erly Sintia; Lutfiyah , Halimatu; Rahmatika , Chafidatur
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v4i4.757

Abstract

This research is based on the need for innovation in learning media to increase interest in learning Indonesian that is integrated with literacy and numeracy skills in Madrasah Ibtidaiyah. Some challenges in literacy and numeracy faced by 4th-grade students include: 1) low student enthusiasm in literacy and numeracy learning; 2) lack of students' ability to connect number values with everyday situations; 3) lack of learning media that can integrate literacy and numeracy activities in a fun way. The purpose of this study is to explain the various functions of the innovative media, the Numeracy Literacy Question Board, as a tool for learning Indonesian. The research was conducted in the even semester of the 2024/2025 academic year at MIS Ummi Kamilah Sunan Drajat, located in Bubulan District, Bojonegoro Regency, East Java Province. This study employs a qualitative approach using non-test instruments, including interview guidelines, observation guidelines, and documentation. All research instruments were compiled using objective and systematic procedures. Participants in the study included the madrasah principal, class teachers, and students. The research data was analyzed using a thematic approach. The research findings indicate that the implementation of the numerical literacy problem board media functions to: 1) ensure orderly learning; 2) increase student participation and enthusiasm; 3) improve student reading comprehension; and 4) develop integrated learning
Optimalisasi Gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Melalui Kreasi Eco-Planter Di Minu Unggulan Wali Songo Sumberrejo: Optimization of the 3R Movement (Reduce, Reuse, Recycle) through Eco-Planter Creations at MINU Unggulan Wali Songo Sumberrejo Amerta, Midya Yuli; Sari, Fatimatus zahro Rafika; Udin, Rafi Ajrul Baha'; Wulandari, Siti Dwi Safitri; Ramadhani, Risqia; Asna, Umniyah Labibatul; Lutfiyah, Halimatul; Colili, Fitria Nur; Sahara, Linda Ayu; Lestari, Fitri Hidayati; Lestari, Nanik Indah
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1213

Abstract

Permasalahan sampah, khususnya sampah plastik, masih menjadi tantangan serius dalam upaya pelestarian lingkungan, termasuk di lingkungan sekolah. Sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran dan perilaku peduli lingkungan melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan penerapan gerakan 3R melalui pendampingan pembuatan eco-planter di MINU Unggulan Wali Songo Sumberrejo. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan secara aktif siswa, guru, dan pihak madrasah dalam setiap tahapan kegiatan, meliputi identifikasi masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan, serta refleksi dan evaluasi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui sosialisasi pengelolaan sampah berbasis 3R, pelatihan teknis dan praktik pembuatan eco-planter dari botol plastik bekas, serta pendampingan pemanfaatannya sebagai media tanam dan penghijauan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap konsep reduce, reuse, dan recycle, berkembangnya kreativitas siswa dalam memanfaatkan limbah plastik, serta perubahan perilaku warga sekolah dalam mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab. Eco-planter yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai produk daur ulang, tetapi juga sebagai media pembelajaran kontekstual yang terintegrasi dengan pembelajaran IPA dan sarana pendukung budaya sekolah peduli lingkungan. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dikembangkan secara berkelanjutan dan direplikasi pada sekolah lain sebagai model pengabdian berbasis pendidikan lingkungan hidup.