Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Agensi dan Institusi Keagamaan Dalam Perspektif Living Qur’an Hidayah, Neli
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8837

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian dalam rangka memotret penerimaan seseorang ataupun yang lebih besar dari itu terkait dengan al-Qur’an sebagai kitab suci. Penerimaan tersebut adalah hasil dari persepsi yang dibangun terhadap al-Qur’an, persepsi yang dimaksud adalah bagaimana memposisikan al-Qur’an di kehidupan seseorang. Dari persepsi itulah lahir sebuah tindakan yang menjadi pola interaksinya dengan al-Qur’an. Tindakan tersebut menjadi bagian dari kehidupan seseorang yang kemudian dinamakan dengan living al-Qur’an. Dengan melihat pemaknaan al-Qur’an dari perspektif antropologi maka pemaknaan yang dilakukan oleh Ustadz Rully dengan institusi keagamaannya adalah bahwa al-Qur’an dimaknai sebagai kitab dalam hal ini lebih spesifik lagi adalah kitab yang dimaknai berupa bacaan mulia, hal itu tergambar dari apa yang dilakukan oleh Ustadz Rully dan aktivitas yang tersedia di PAI, yaitu berupa belajar membaca al-Qur’an melalui program tahsin yang dia kurikulumkan melalui attaqi, miftah dan fasih. Selain bacaan yang diperbagus, al-Qur’an juga dihafalkan (tahfidz) hal itu dilihat dari program mulai dari pulau tahfidz, masjid tahfidz, resort tahfidz. Dari penelitian ini didapatkan bahwa pembacaan terhadap al-Qur’an bisa melahirkan seseorang menjadi agensi dari al-Qur’an itu sendiri baik dirinya maupun dengan mendirikan Institusi keagamaan dalam rangka mendalami dan menyebarkan al-Qur’an tersebut ke khalayak masyarakat.
RESILIENCE EDUCATION RESILIENCE EDUCATION (PSYCHOSOCIAL) BASED ON INTERPRETATION: A STUDY OF THE INTERPRETATION OF VERSES ON PATIENCE, TRUST IN GOD, SINCERITY, AND GRATITUDE IN EDUCATION FOR STRENGTHENING STUDENTS' MENTAL HEALTH Hidayah, Neli; al munir, Malik
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 12 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v12i2.11962

Abstract

Masalah kesehatan mental di kalangan siswa merupakan krisis global yang semakin memburuk, WHO (2022) melaporkan bahwa 14% remaja mengalami gangguan kejiwaan seperti kecemasan dan depresi. Di Indonesia, peningkatan tekanan psikologis berkorelasi dengan tekanan akademik yang semakin berat dan faktor stres sosial-ekonomi. Intervensi pendidikan kontemporer, bagaimanapun, secara sistematis mengabaikan dimensi spiritual dari pengalaman manusia. Al-Qur'an menyajikan konstruksi psikospiritual yang canggih seperti ṣabr (kesabaran), tawakkal (ketergantungan pada Allah), ikhlāṣ (kesungguhan), dan shukr (syukur), yang memiliki potensi besar untuk pendidikan berbasis ketahanan. Penelitian ini menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan nilai-nilai tersebut melalui metode tafsir klasik dan kontemporer, kemudian mengusulkan kerangka konseptual untuk memperkuat kesejahteraan psikologis siswa. Menggunakan penelitian perpustakaan dengan pendekatan tafsir tematik (mawḍū'ī), penelitian ini mengacu pada karya-karya otoritatif al-Qurṭubī, Ibn Kathīr, al-Misbah, dan al-Azhar, yang diintegrasikan dengan kerangka psikologis yang telah mapan, termasuk model penanggulangan stres dan paradigma psikologi positif. Temuan menunjukkan keselarasan yang mencolok antara konsep-konsep Al-Qur'an dan konstruksi ketahanan kontemporer: kesabaran memediasi persepsi stres, kepercayaan meningkatkan efektivitas diri, kejujuran mengurangi kecemasan sosial, dan rasa syukur menumbuhkan afek positif. Penelitian ini merumuskan model integratif yang menghubungkan spiritualitas Al-Qur'an dengan ilmu psikologi empiris, menunjukkan potensi yang signifikan untuk mengembangkan pendidikan kesehatan mental. Validasi empiris lebih lanjut direkomendasikan untuk menetapkan efektivitas praktis dalam konteks pendidikan