Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Multidimensi Pelatih Dalam Mengoptimalkan Program Latihan Tim Sepak Bola: Studi Kasus Pada Lagarmanu Fc Di Desa Lemanu, Solor Selatan Aran, Kristoforus Ado; Ruron, Antonius Harun; Melur, Yohanes Buron
Jurnal Porkes Vol 8 No 2 (2025): PORKES
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/porkes.v8i2.30297

Abstract

This study aims to analyze the multidimensional role of coaches in optimizing soccer team training programs, with a case study of Lagarmanu FC in Lemanu Village. The method used is qualitative with an intrinsic case study design, where data is collected through participant observation, in-depth interviews with coaches, players, and managers, as well as document studies. The results of the study reveal that coaches play a role in four key dimensions: technical-tactical, physical, mental-motivational, and managerial. The success of the training program is determined by the coach's ability to synergistically integrate these four dimensions, with situational leadership and effective interpersonal communication. The discussion shows that this holistic approach offers novelty by consolidating the role of the coach as a tactical architect, psychologist, manager, and data analyst in a unified framework, which is in line with current leadership and sports psychology theories. The research conclusion emphasizes that optimizing training programs in the modern era requires coaches to act as “specialist generalists,” capable of synergizing sports science, psychology, management, and technology to create a holistic, player-centered training environment.
Inovasi pembelajaran aktif: integrasi lari estafet dan aritmatika dasar dalam program math & run untuk meningkatkan kebugaran dan kemampuan kognitif siswa di SDK Lewotala Muaraya, Irwanius Piter; Ruron, Antonius Harun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38846

Abstract

AbstrakRendahnya motivasi belajar matematika merupakan tantangan serius yang dihadapi di SDK Lewotala, Kabupaten Flores Timur. Siswa cenderung tidak bersemangat dalam pembelajaran matematika, namun menunjukkan antusiasme tinggi saat aktivitas jasmani. Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan program Math & Run, yaitu inovasi pembelajaran aktif yang mengintegrasikan lari estafet dengan aritmatika dasar. Kegiatan dilaksanakan pada 17 Maret 2026 di SDK Lewotala dengan melibatkan 20 siswa kelas 5 yang dibagi menjadi 4 kelompok beranggotakan 5 orang menggunakan pendekatan partisipatif berbasis kegiatan. Setiap kelompok mendapatkan satu kali kesempatan menyelesaikan lintasan estafet sepanjang 30 meter dengan empat pos soal aritmatika yang mencakup topik perkalian, penjumlahan pecahan, luas persegi, dan luas persegi panjang. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipatif, pencatatan waktu tempuh, dan dokumentasi foto-video. Hasil menunjukkan partisipasi siswa mencapai 100%, antusiasme tinggi yang ditandai sorak-sorai dan yel-yel tim, peningkatan kepercayaan diri siswa dalam menjawab soal aritmatika, interaksi positif antarsiswa, serta komitmen kedua guru untuk melanjutkan program secara mandiri minimal sebulan sekali. Program ini membuktikan bahwa integrasi aktivitas fisik dan pembelajaran matematika efektif mengatasi rendahnya motivasi belajar, sekaligus mengembangkan nilai karakter seperti kerjasama dan sportivitas secara organik. Kata kunci: math & run; lari estafet; aritmatika dasar; motivasi belajar matematika; pembelajaran aktif AbstractLow motivation in mathematics learning is a serious challenge at SDK Lewotala, East Flores Regency. Students tend to be unenthusiastic during mathematics lessons but show high enthusiasm in physical education activities. This community service program aims to design and implement Math & Run, an active learning innovation integrating relay running with basic arithmetic. The activity was conducted on March 17, 2026, at SDK Lewotala, involving 20 fifth-grade students divided into 4 groups of 5 members each, using a participatory activity-based approach. Each group was given one opportunity to complete a 30-meter relay track with four arithmetic problem stations covering multiplication, fraction addition, area of a square, and area of a rectangle. Evaluation was conducted through participatory observation, time recording, and photo-video documentation. Results indicate 100% student participation, high enthusiasm marked by cheers and team chants, increased student confidence in answering arithmetic problems, positive peer interaction, and commitment from both teachers to continue the program independently at least once a month. This program demonstrates that integrating physical activity and mathematics learning effectively addresses low learning motivation while simultaneously developing character values such as teamwork and sportsmanship organically. Keywords: math & run; relay running; basic arithmetic; mathematics learning motivation; active learning
Sosialisasi CTPS dengan Metode Gerak dan Lagu untuk Meningkatkan PHBS Siswa SDK Lewotala Ruron, Antonius Harun; Aran, Kristoforus Ado; Sare, Yeremias Mamu
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sd5fd680

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), merupakan kebiasaan penting yang perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar untuk mencegah penyakit diare dan infeksi saluran pernapasan. Namun, masih banyak siswa yang belum mempraktikkan CTPS secara benar dan konsisten. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan CTPS pada siswa kelas III SDK Lewotala, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Maret 2026 dengan melibatkan 15 siswa menggunakan metode sosialisasi dan praktik langsung melalui pendekatan gerak dan lagu. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 87% siswa (13 dari 15) mampu menjawab pertanyaan pengetahuan tentang CTPS dengan benar, dan 73% siswa (11 dari 15) mampu mempraktikkan keenam langkah CTPS dengan urutan yang tepat, keduanya melampaui target ≥70% yang ditetapkan. Metode gerak dan lagu terbukti efektif menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memudahkan siswa mengingat langkah-langkah CTPS. Disarankan agar sekolah menjadwalkan praktik cuci tangan rutin dan program serupa direplikasi di sekolah lain yang belum terjangkau program penyuluhan PHBS.