Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemeriksaan Laboratorium pada Hemoglobin Terglikasi (HbA1C) : Review Standarisasi dan Implementasi Klinis Mulya Harahap, Raja Iqbal; Rostini, Tiene; Suraya, Nida
Action Research Literate Vol. 8 No. 6 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i6.409

Abstract

Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Hemoglobin A1c (HbA1c) adalah derivat dari hemoglobin A (HbA), dengan penambahan glukosa pada rantai ß. Pada tahun 2010 ADA memasukkan HbA1c sebagai salah satu kriteria diagnosis diabetes. Jum Tujuan dari penelitian untuk mengevaluasi metode-metode standar yang digunakan dalam pengukuran HbA1C serta meninjau bagaimana hasil pengukuran tersebut diterapkan dalam praktik klinis. Metode pemeriksaan HbA1c cukup banyak namun yang telah terstandardisasi oleh NGSP dan saat ini banyak dipakai diantaranya yaitu metode immunoassay, ion-exchange HPLC (High Performance Liquid Chromatography), enzimatik, boronate affinity chromatography, dan capillary electrophoresis. Pemilihan metode sangat dipengaruhi oleh populasi pasien dan biaya. Metode yang dapat dipilih untuk populasi hemoglobinopati yaitu metode boronate affinity HPLC dan enzimatik. Pelaporan hasil HbA1c dalam persen sesuai dengan standar NGSP atau mmol/mol sesuai dengan standar IFCC yang keduanya dapat dikonversi satu sama lain dengan master of equation. Hasil pemeriksaan HbA1c dipengaruhi oleh berbagai faktor yang paling penting adalah Hb varian.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu standardisasi metode pemeriksaan HbA1c oleh NGSP dan IFCC telah memastikan konsistensi hasil yang memungkinkan konversi nilai HbA1c antar sistem yang berbeda.
Pemeriksaan Laboratorium pada Resistansi Insulin Mulya Harahap, Raja Iqbal; Rostini, Tiene; Suraya, Nida
Action Research Literate Vol. 8 No. 12 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i12.2569

Abstract

Resistansi insulin merupakan kondisi metabolik yang ditandai dengan gangguan respons tubuh terhadap insulin, yang berperan penting dalam metabolisme glukosa. Kondisi ini berkontribusi pada perkembangan berbagai gangguan kesehatan, seperti diabetes melitus tipe 2, hipertensi, dislipidemia, dan penyakit kardiovaskular. Studi ini mengevaluasi metode pemeriksaan laboratorium dalam mendeteksi resistansi insulin, mencakup metode langsung seperti Hyperinsulinemic Euglycemic Clamp (HIEC) dan metode tidak langsung seperti HOMA-IR, QUICKI, dan Indeks TyG. Metode langsung memberikan hasil yang sangat akurat, namun membutuhkan fasilitas dan prosedur yang kompleks, sedangkan metode tidak langsung menawarkan alternatif praktis dengan tingkat prediksi yang baik. Selain itu, indeks pengganti berbasis biomarker seperti adiponektin dan leptin terus dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi diagnosis. Studi ini menekankan pentingnya pemilihan metode yang tepat sesuai kebutuhan klinis atau penelitian untuk deteksi resistansi insulin yang lebih efektif.