Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Sistem Penyimpanan Obat Di Instalasi Farmasi Rawat Inap Rumah Sakit Jantung, Pembuluh Darah Dan Otak Oputa Yi Koo (Oyk) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara Haris, Restu; Sesilia Basoso; Rezky Dwi Fitriani; Asniar; La Ode Taalami; Endang Susilawati; Yamin
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 4 No 3 (2025): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v4i3.155

Abstract

Latar Belakang: Penyimpanan obat merupakan proses mulai dari penerimaan obat hingga mengirimkan obat ke unit pelayanan di rumah sakit. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengkaji sistem penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Rawat Inap RS Jantung, Pembuluh Darah dan Otak Oputa Yi Koo Kota Kendari. Metode: Penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian diambil dengan wawancara dan observasi langsung bersama Apoteker Penanggung Jawab serta mengisi daftar tilik. Penelitian berlangsung dari tanggal 16-30 April 2025. Penialaian kesesuaian sistem penyimpanan obat berdasarkan Standar Permenkes No.72 Tahun 2016. Hasil penelitian: menunjukkan persyaratan penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Rawat Inap RS Jantung, Pembuluh Darah dan Otak Oputa Yi Koo untuk beberapa indikator telah memenuhi standar Permenkes No. 72 tahun 2016 seperti stabilitas, keamanan, cahaya, kelembapan, sirkulasi udara, pelabelan, elektrolit pekat. Metode penyimpanan obat telah berdasarkan abjad dan menerapkan FIFO, FEFO, LASA dan obat emergency.Penyimpanan Bahan mudah terbakar dan gas medis telah sesuai standar. Kesimpulan: Sistem penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Rawat Inap RS Jantung, Pembuluh Darah dan Otak Oputa Yi Koo sudah sesuai standar Permenkes No. 72 tahun 2016, namun masih diperlukan perbaikan pada beberapa aspek untuk memastikan penyimpanan obat lebih optimal dan aman.
Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat pada Pasien Hipertensi di Instalasi Rawat Jalan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RS Konawe Haris, Restu; Masrida, Wa Ode; Muhammad Ali, Nur Fitriana; Idawati, Idawati; Aspadiah, Vica; Mahmudah, Rifa’atul
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v7i1.3096

Abstract

Hipertensi adalah salah satu  masalah kesehatan di seluruh dunia. Hal ini  disebabkan karena hipertensi merupakan faktor risiko yang mengarah ke penyakit  kardiovaskuler seperti gagal jantung, serangan jantung, penyakit ginjal, serta stroke. Kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi di Instalasi Rawat Jalan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RS Konawe yang diukur menggunakan instrument Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Jumlah keseluruhan sampel berjumlah 100 pasien yang dipilih berdasarkan kriteria inkulusi dan ekslusi penelitian. Penelitian berlangsung selama 4 bulan sejak 21 Juni – 24 November 2021. Analisis data dengan analisis univariat yang dideskripsikan kedalam tabel sistematik. Hasil penelitian menujukkan pasien hipertensi yang ada di RS Konawe sebagian besar berjenis kelamin perempuan (57%) dengan umur 25-40 tahun (44%). Tingkat pendidikan terakhir adalah SMA (40%), sebanyak 28% pekerjaan pasien adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS).  Sebanyak 55% pasien hipertensi juga memiliki keluarga yang bekerja dibidang kesehatan. Status pasien merupakan pasien BPJS (74%). Sebagian besar pasien hipertensi memiliki riwayat penyakit lain seperti gangguan jantung (25%), penyakit ginjal (22%) dan stroke (18%).  Tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi di Instalasi Rawat Jalan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RS Konawe beragam. Data menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan pasien hipertensi dalam mengkonsumsi obat masuk dalam kategori tidak patuh (37%). Ketidakpatuhan pasien disebabkan karena penggunaan obat yang dikonsumsi dalam jumlah banyak (polifarmasi), lupa mengkonsumsi obat karena faktor usia dan faktor ekonomi pasien.