Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Yuridis Eksploitasi Pada Remaja Sebagai Kurir Pengedar Narkotika Salsabilla, Zalfa Uniqha; Dewi, Marsella Artika Sari; Asmarayani, Rahyuni Meylani; Aeni, Intan Nur; Rahman, Dia Ayu Yolanda
JATIJAJAR LAW REVIEW Vol 4, No 2 (2025): JATIJAJAR LAW REVIEW
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jlr.v4i2.1659

Abstract

The involvement of adolescents in drug trafficking networks has become an alarming trend in Indonesia. Adolescents are frequently exploited as couriers by drug dealers due to the relatively lenient legal consequences they face under the juvenile justice system. This phenomenon arises from legal gaps within Law No. 11 of 2012 on the Juvenile Criminal Justice System and Law No. 35 of 2009 on Narcotics, which prioritize restorative justice approaches such as diversion. While these laws aim to protect children’s rights, in practice they are often misused by adult perpetrators to avoid harsher penalties by using minors as proxies. This study aims to analyze how these legal gaps are exploited and evaluate the challenges in enforcing narcotics law involving minors. A normative legal research method is used, focusing on statutory and conceptual approaches. The findings reveal that adolescents become involved as drug couriers due to social and psychological vulnerabilities such as peer pressure, lack of parental supervision, economic incentives, and low awareness of legal consequences.
PERAN ICC DALAM MELINDUNGI HAK ATAS KESEHATAN DI TENGAH KEJAHATAN KEMANUSIAAN Rahmad, Noor; Asmarayani, Rahyuni Meylani; Alvionesti, Renvila Nevila
RIO LAW JURNAL Vol 7, No 1 (2026): Rio Law Jurnal
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/rlj.v7i1.1949

Abstract

Konflik bersenjata modern dan kejahatan terhadap kemanusiaan kerap disertai dengan penghancuran sistem kesehatan, penyerangan fasilitas medis, serta pembatasan akses layanan kesehatan bagi penduduk sipil. Kondisi ini menunjukkan bahwa hak atas kesehatan, sebagai bagian fundamental dari hak asasi manusia, sering kali menjadi sasaran langsung dalam situasi kejahatan kemanusiaan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kejahatan terhadap kemanusiaan dan pelanggaran hak atas kesehatan, serta menilai peran International Criminal Court (ICC) dalam menegakkan pertanggungjawaban pidana internasional terhadap tindakan yang berdampak pada kesehatan publik. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan menelaah Statuta Roma, instrumen hukum internasional terkait, serta kajian literatur dan praktik ICC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun hak atas kesehatan tidak diatur secara eksplisit dalam Statuta Roma, ICC memiliki potensi strategis dalam melindungi hak tersebut melalui penafsiran progresif, penuntutan individu pelaku, serta mekanisme reparasi bagi korban. Namun, efektivitas peran ICC masih menghadapi tantangan yurisdiksi, dinamika politik, dan kendala pembuktian, sehingga diperlukan penguatan interpretasi hukum dan kerja sama multidisipliner.Kata Kunci: ICC, hak atas kesehatan, kejahatan terhadap kemanusiaan, hukum pidana internasional, perlindungan kesehatan publik.