Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Zakat: Konsep, Fungsi Sosial-Ekonomi, dan Implementasi Kontemporer BAZNAS Ranti Dwi Aryanti; Ryan Cahya Nugraha; Adrian Ramadha Irawan; Lina Marlina
Jurnal Ilmiah Manajemen Ekonomi Dan Akuntansi (JIMEA) Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jimea.v3i1.5894

Abstract

Zakat adalah pilar fundamental Islam dengan dimensi ritual dan sosial-ekonomi yang mendalam, diartikan sebagai berkah, pertumbuhan, dan kesucian. Secara syariat, zakat merupakan alokasi wajib sebagian harta tertentu kepada delapan golongan penerima (mustahik). Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep dasar zakat, menafsirkan fungsinya bagi ekonomi dan sosial masyarakat berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis, serta mengkaji peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai instrumen implementasi kontemporer. Metode yang digunakan adalah analisis tafsir tematik terhadap Q.S. At-Taubah: 103, Q.S. At-Taubah: 60, dan Hadis Rukun Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Q.S. At-Taubah: 103 memberikan mandat teologis bagi otoritas (seperti BAZNAS) untuk mengelola zakat demi membersihkan jiwa dan harta (tathhir dan tazkiyah). BAZNAS mewujudkan peran ini melalui mekanisme penghimpunan proaktif termasuk platform digital dan penyaluran produktif, seperti modal usaha, untuk memberdayakan mustahik menjadi muzakki. Kesimpulannya, zakat, yang didukung pengelolaan profesional oleh BAZNAS, bertransformasi dari sekadar ritual menjadi sistem keuangan sosial yang mampu mengentaskan kemiskinan dan menciptakan keadilan sosio-ekonomi. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya peningkatan literasi zakat agar potensi zakat nasional terhimpun secara optimal.
Regulasi dan Kebijakan yang Mengatur Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia Dara Tsanya Abdul Rohim; Ranti Dwi Aryanti; Cantika Cantika; Ryan Cahya Nugraha; Joni Joni; Raihani Fauziah
Maslahah : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 4 (2025): Maslahah : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/maslahah.v3i4.2785

Abstract

. Sharia financial institutions in Indonesia have experienced significant growth in line with increasing public demand for financial systems that comply with sharia principles. This growth requires clear regulations and policies to create stability, legal certainty, and protection for customers. This article examines the dynamics of regulations governing Islamic financial institutions, from the initial role of Bank Indonesia (BI) to the establishment of the Financial Services Authority (OJK) as the main supervisory and regulatory agency. In addition, this article also discusses the contribution of the National Sharia Council–Indonesian Ulema Council (DSN-MUI) in issuing fatwas that form the basis for the operation of Islamic products and services. With the Financial Services Authority Regulation (POJK) and other related regulations, the supervision of Islamic financial institutions has become more integrated, effective, and adaptive to industry developments. This study confirms that the existence of comprehensive regulations and policies not only strengthens the governance of Islamic financial institutions but also encourages the growth and competitiveness of the Islamic financial industry at both the national and global levels.
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dalam Perilaku Konsumsi Muslim: Analisis Perspektif Pemikiran Al-Ghazali Salwa Salsabila; Nazmi Muzamil; Ryan Cahya Nugraha; Lina Marlina; Ana Fauziya Diyana
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7182

Abstract

Era digital memicu fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang mendorong perilaku konsumsi impulsif dan tidak rasional di kalangan Muslim. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena tersebut melalui perspektif pemikiran etika dan ekonomi Al-Ghazali. Menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, penelitian ini menelaah konsep-konsep kunci dalam karya Al-Ghazali seperti Ihya’ Ulumuddin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO merupakan manifestasi kegagalan pengendalian hawa nafsu yang bertentangan dengan prinsip maslahah (kemaslahatan) dan al-iqtishad (moderasi). Al-Ghazali menawarkan solusi melalui mujahadah al-nafs (pengendalian diri), qana’ah, dan zuhud untuk mengarahkan konsumsi pada pemenuhan kebutuhan dharuriyyat (primer) daripada sekadar mengikuti tren. Kesimpulannya, pemikiran Al-Ghazali memberikan kerangka spiritual yang relevan untuk mengatasi kecemasan sosial digital dengan menyeimbangkan kebutuhan duniawi dan ukhrawi. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya integrasi nilai-nilai tazkiyatun nafs dalam perilaku ekonomi Muslim modern demi mencapai kesejahteraan sejati (falah).