Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Kebijakan Fiskal Umar bin Khattab Agung Pramono; Fitriyanti Nurhasanah; Syakira Nisa Amalia; Xena Salsa Febriani; Lina Marlina; Ana Fauziya Diyana
Jurnal Ilmiah Manajemen Ekonomi Dan Akuntansi (JIMEA) Vol. 3 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jimea.v3i2.7096

Abstract

Kebijakan fiskal pada masa Umar bin Khattab menjadi tonggak penting dalam sejarah pemikiran ekonomi syariah, dengan penekanan pada keadilan sosial melalui pengelolaan Baitul Mal, kepemilikan tanah, zakat, ushr, sadaqah untuk non-Muslim, pengenalan koin, klasifikasi pendapatan negara, dan pengelolaan pengeluaran. Pendekatan ini berbasis prinsip Al-Qur'an dan Sunnah, menciptakan sistem fiskal holistik untuk stabilitas ekonomi umat. Menggunakan metode kualitatif berbasis literatur sejarah dan sumber primer Islam, penelitian ini menganalisis faktor pembentuk kebijakan tersebut serta dampaknya terhadap pencegahan kemiskinan dan ketidakadilan. Hasil menunjukkan model Umar yang terintegrasi relevan untuk kebijakan ekonomi Islam kontemporer. 
ANALISIS PEMIKIRAN EKONOMI NASIRUDDIN AT- THUSI Tazkia Ardianti Nada; Lea Zalfa Dhyaulhaque; Muthia Hana Fauzia; Nayla Mutiara Sukma; Lina Marlina; Ana Fauziya Diyana
Jurnal Ilmiah Manajemen Ekonomi Dan Akuntansi (JIMEA) Vol. 3 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jimea.v3i2.7098

Abstract

Nasiruddin at-Thusi merupakan salah satu ilmuwan Muslim sangat terkemuka pada abad ke-13 Masehi, dengan sumbangan mencakup berbagai macam bidang. Beliau diakui sebagai seorang polymath yang menguasai banyak ilmu, meliputi astronomi, hitungan, filsafat, pengobatan, dan ilmu keislaman. Tokoh ini lahir di Thus, Persia, pada situasi penuh gejolak karena serangan Mongol, di mana Nasiruddin tumbuh dalam kondisi sosial-politik yang goyah. Walaupun demikian, ia tetap berusaha memajukan ilmu dan menghasilkan karya penting yang dampaknya terasa sampai kini. Pembelajaran agama yang diperolehnya sejak muda membentuk jalan pemikirannya, yang diteruskan dengan pembelajaran mendalam di beberapa pusat ilmu seperti Baghdad. Keberadaannya kian terlihat saat ikut serta dengan penguasa Ismailiyah dan menjadi penasihat ilmu bagi Hulagu Khan. Meskipun hidup di bawah kekuasaan Mongol yang dianggap keras, Nasiruddin tetap memberikan peran besar bagi kemajuan ilmu lewat hasil karyanya, contohnya adalah Akhlaq-i Nasiri yang menguraikan pandangan mengenai etika dan ekonomi. Tulisan ini berupaya mengulas riwayat hidup Nasiruddin at-Thusi dan menjelaskan sumbangan pemikirannya dalam konteks sejarah serta perubahan sosial-politik pada masa itu.
Analisis Kritik Umer Chapra terhadap Sistem Bunga dan Relevansinya di Indonesia mengenai Perbankan Syariah Agnia Rahmatillah; Rani Sri Mulyani; Sela Siti Nurazizah; Lina Marlina; Ana Fauziya Diyana
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 2 (2026): Februari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v4i2.9001

Abstract

Penelitian ini membahas kritik pemikiran M. Umer Chapra terhadap sistem bunga serta relevansinya dalam perkembangan perbankan syariah di Indonesia. Latar belakang penelitian didasarkan pada masih dominannya sistem bunga dalam ekonomi konvensional yang dinilai berpotensi menimbulkan ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan sosial, sehingga mendorong munculnya alternatif sistem keuangan berbasis syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kritik Umer Chapra terhadap sistem bunga, menjelaskan konsep alternatif yang ditawarkan melalui mekanisme bagi hasil, serta mengkaji relevansi pemikirannya dalam konteks sistem perbankan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui analisis isi terhadap berbagai literatur yang berkaitan dengan pemikiran ekonomi Chapra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chapra memandang sistem bunga sebagai salah satu penyebab ketidakstabilan ekonomi dan ketimpangan distribusi kekayaan, sehingga diperlukan sistem keuangan yang berlandaskan keadilan, kemitraan, dan tanggung jawab sosial melalui prinsip bagi hasil. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran Chapra relevan dalam mendukung pengembangan perbankan syariah di Indonesia sebagai sistem keuangan yang lebih adil, stabil, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Peran Negara dalam Tata Kelola Ekonomi: Studi Komparatif Pemikiran Nizam al-Mulk, Ibn Hazm, dan Ibn Khaldun Irfalatifatul Aulia; Usi Fauziyah; Muhammad Ramdan Ridwanullah; Lina Marlina; Ana Fauziya Diyana
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7154

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini muncul karena kebutuhan manajemen ekonomi negara yang efisien, akuntabel dan berkeadilan. Hal ini sering kali berhadapan dengan konflik antara konsentrasi kekuasaan politik dan keadilan dalam distribusi sumber daya yang adil serta pengendalian ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif pandangan Nizam al-Mulk, Ibn Hazm, dan Ibn Khaldun mengenai peran negara dalam mengatur perekonomian. Metode yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan pendekatan kualitatif melalui kajian literatur dan analisis konsep politik ekonomi dari ketiga tokoh tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Nizam al-Mulk menekankan pentingnya stabilitas politik melalui birokrasi terpusat dan pengelolaan iqta untuk mengendalikan ekonomi. Sementara itu, Ibn Hazm menekankan pada kekuasaan hukum, moralitas penguasa, dan perlindungan sosial berbasis syariah sebagai legitimasi fiskal. Di sisi lain, Ibn Khaldun menawarkan pendekatan sosiologis melalui pajak optimal dan asabiyyah, yang menjelaskan hubungan pajak, produktivitas, dan siklus kekuasaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan antara ketiganya terletak pada dasar legitimasi dan cara intervensi negara dalam ekonomi, di mana Ibn Khaldun memberikan  kerangka analitis yang lebih sistematis dalam menghubungkan kebijakan fiskal dengan perkembangan peradaban. Implikasinya bahwa moderasi fiskal, kekuasaan hukum, dan pengelolaan yang transparan menjadi syarat penting bagi stabilitas ekonomi kontemporer.
Analisis Peran Negara dalam Mewujudkan Keadilan Sosial dengan Perspektif Pemikiran Ekonomi Islam Madzhab Baqir As-Sad Gina, Ajang; Ai Nuri; Gina Sonia; Lina Marlina; Ana Fauziya Diyana
JURNAL ILMIAH EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 3 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : CV. KAMPUSA AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jemba.v3i2.2245

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara kritis peran negara dalam mewujudkan keadilan sosial melalui kerangka teoritis pemikiran ekonomi Islam Baqir As-Sadr. Kajian ini berangkat dari keterbatasan struktural paradigma kapitalisme dan sosialisme dalam menjawab persoalan ketimpangan distribusi serta disorientasi moral dalam sistem ekonomi modern. As-Sadr memposisikan ekonomi Islam bukan sekadar sistem teknis alokasi sumber daya, melainkan sebagai bangunan doktrinal dan normatif yang berlandaskan tauhid, keadilan (‘adl), dan keseimbangan sosial (tawazun ijtima’i). Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsepsi otoritas negara dalam pemikiran AsSadr serta menganalisis implikasi normatif-institusionalnya terhadap realisasi keadilan sosial. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan konseptual-analitis terhadap karya-karya utama As-Sadr dan literatur ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kerangka As-Sadr, negara berfungsi sebagai otoritas moral-legal yang bertugas menstrukturkan relasi ekonomi sesuai hukum syariah, mengatur pola kepemilikan (individu, publik, dan negara), mencegah akumulasi eksploitatif, serta menjamin redistribusi yang adil melalui mekanisme kelembagaan. Keadilan sosial diposisikan sebagai tujuan struktural yang inheren dalam sistem ekonomi, bukan sekadar hasil residual mekanisme pasar. Model AsSadr mengintegrasikan imperatif etis dengan intervensi regulatif, sekaligus menolak laissez-faire kapitalistik maupun kolektivisme total negara. Temuan ini menegaskan relevansi teori normatif As-Sadr sebagai paradigma alternatif dalam membangun tatanan ekonomi berkeadilan yang mensinergikan distribusi material, tanggung jawab moral, dan tata kelola institusional.
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dalam Perilaku Konsumsi Muslim: Analisis Perspektif Pemikiran Al-Ghazali Salwa Salsabila; Nazmi Muzamil; Ryan Cahya Nugraha; Lina Marlina; Ana Fauziya Diyana
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7182

Abstract

Era digital memicu fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang mendorong perilaku konsumsi impulsif dan tidak rasional di kalangan Muslim. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena tersebut melalui perspektif pemikiran etika dan ekonomi Al-Ghazali. Menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, penelitian ini menelaah konsep-konsep kunci dalam karya Al-Ghazali seperti Ihya’ Ulumuddin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO merupakan manifestasi kegagalan pengendalian hawa nafsu yang bertentangan dengan prinsip maslahah (kemaslahatan) dan al-iqtishad (moderasi). Al-Ghazali menawarkan solusi melalui mujahadah al-nafs (pengendalian diri), qana’ah, dan zuhud untuk mengarahkan konsumsi pada pemenuhan kebutuhan dharuriyyat (primer) daripada sekadar mengikuti tren. Kesimpulannya, pemikiran Al-Ghazali memberikan kerangka spiritual yang relevan untuk mengatasi kecemasan sosial digital dengan menyeimbangkan kebutuhan duniawi dan ukhrawi. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya integrasi nilai-nilai tazkiyatun nafs dalam perilaku ekonomi Muslim modern demi mencapai kesejahteraan sejati (falah).
Analisis pemikiran Monzer Kahf Tentang Zakat dan Relevansinya Terhadap Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia Wydia Artanti; Tanesa Yulyanda; Tyas Nur’aini; Lina Marlina; Ana Fauziya Diyana
Jurnal Nuansa : Publikasi Ilmu Manajemen dan Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Nuansa : Publikasi Ilmu Manajemen dan Ekonomi Syariah
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/nuansa.v4i1.2504

Abstract

Poverty remains a fundamental problem rooted in Indonesia's socio-economic structure, despite various mitigation schemes implemented by the government. As the country with the largest Muslim population in the world, Indonesia has enormous sharia-based public financial resources, where zakat should be positioned as a strategic means of wealth distribution. However, in reality, this instrument is often not optimally realised in national macroeconomic policy. This study aims to analyse Monzer Kahf's Islamic economic thinking on zakat and its relevance to poverty alleviation efforts in Indonesia. The research method used is qualitative with a library research approach through a systematic literature review of Monzer Kahf's fundamental works and various studies related to national zakat management, which are analysed descriptively and analytically to connect the theoretical framework with the socio-religious dynamics in Indonesia.
Analisis Pemikiran Al-Fārābī tentang Kesejahteraan Sosial dan Relevansinya terhadap Pembangunan Ekonomi Amelia Nurasiah; Husnul Kholifah Nur Inayah; Rizka Anggriani; Lina Marlina; Ana Fauziya Diyana
Jurnal Nuansa : Publikasi Ilmu Manajemen dan Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Nuansa : Publikasi Ilmu Manajemen dan Ekonomi Syariah
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/nuansa.v4i1.2508

Abstract

This study aims to analyze the concept of social welfare in the thought of Al-Farabi and its relevance to economic development. Al-Farabi explains that the main goal of social life is to achieve happiness (al-sa‘ādah), which is not only related to material welfare but also includes moral, intellectual, and spiritual values. This research uses a qualitative method with a library research approach by analyzing the works of Al-Farabi and various relevant scientific literatures. The results show that the concept of social welfare according to Al-Farabi is based on four main principles: social happiness, social justice, community cooperation, and the role of morality and education. These principles indicate that social welfare is not only dependent on economic aspects but also on ethical values, wise leadership, and social cooperation within society. Furthermore, Al-Farabi’s thought is also relevant to modern economic development, particularly in terms of distributive justice, moral-based development, and the role of the state in achieving public welfare.
Abu Yusuf's Fiscal Thought in the Book of Al-Kharaj and Its Relevance to the Modern Public Financial System Ratna Resa Rosita; Wianda Saskya; Ana Fauziya Diyana; Lina Marlina
Al Urwah : Sharia Economics Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Al Urwah : Sharia Economics Journal
Publisher : Takaza Innovatix Labs Ltd.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61536/alurwah.v2i3.456

Abstract

Classical fiscal thought in Islamic economic literature has rarely been examined comparatively within the framework of contemporary public finance theory. This study aims to analyze Abu Yusuf's fiscal framework in Buku al-Kharaj and evaluate its relevance to modern public finance systems. A qualitative method was employed using library research and content analysis of the primary text al-Kharaj, complemented by conceptual comparison with contemporary fiscal theory. The findings indicate that Abu Yusuf's fiscal thought emphasizes distributive justice, proportional taxation, revenue optimization based on productivity, and accountability in fiscal governance. The productivity-based kharaj system and supervision of tax administration demonstrate normative correspondence with the principles of equity, efficiency, and fiscal sustainability in modern public finance. Theoretically, these findings contribute to the integration of classical Islamic economics and contemporary fiscal studies. Practically, Abu Yusuf's framework may serve as a normative reference for equitable tax reform and responsible public financial governance.
Efektivitas Distribusi Zakat pada Masa Umar bin Abdul Aziz dan Relevansinya terhadap Model Pengentasan Kemiskinan di Indonesia Fadhlan, Muhammad; Darin Diffana Athifah; Wahdan Saidurroihan; Lina Marlina; Ana Fauziya Diyana
Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak (JBEP)
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbep.v3i1.2152

Abstract

This study examines the effectiveness of zakat distribution during the leadership of Umar bin Abdul Aziz and its relevance to poverty alleviation models in Indonesia. Structural poverty remains a persistent challenge in Indonesia’s economic development, requiring systematic and sustainable solutions. Within Islamic economic thought, zakat functions not only as a religious obligation but also as a fiscal instrument capable of promoting social welfare and economic independence. This research employs a qualitative approach through historical and literature study methods, analyzing classical Islamic governance practices alongside contemporary zakat management in Indonesia. The findings reveal that the success of zakat distribution under Umar bin Abdul Aziz was supported by centralized governance, strong institutional reform of Baitul Mal, strict supervision, and integrity-based leadership, resulting in effective wealth redistribution and significant poverty reduction. The study further finds that productive zakat distribution, institutional integration, regulatory reinforcement, and digital transparency are crucial elements for enhancing the performance of zakat institutions in Indonesia. The implications suggest that strengthening governance, accountability, and productive empowerment programs can transform zakat into a strategic socio-economic policy instrument capable of addressing structural poverty in a sustainable manner.