Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEMANDIRIAN SIBER INDONESIA: TANTANGAN DAN PELUANG MENUJU KEDAULATAN DIGITAL Hidayat, Saepudin; Radyawanto, Aris Setyo
International Journal of Social and Management Studies Vol. 6 No. 5 (2025): International Journal of Social and Management Studies (IJOSMAS)
Publisher : IJOSMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5555/ijosmas.v6i5.537

Abstract

Indonesia menghadapi lonjakan signifikan ancaman keamanan siber yang mengancam kedaulatan dan keamanan nasional. Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat peningkatan serangan siber dari 12,8 juta pada 2018 menjadi 74,2 juta pada 2020, dan mencapai lebih dari 3,6 miliar serangan sepanjang tahun 2025. Ancaman yang dominan meliputi malware, social engineering, serangan DDoS, serta kebocoran data yang menjadi isu krusial. Pemerintah telah merumuskan Strategi Keamanan Siber Nasional (SKSN) yang selaras dengan nilai kedaulatan, kemandirian, keamanan, kebersamaan, dan adaptif, termasuk penguatan infrastruktur siber, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penegakan hukum siber. Regulasi seperti Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber menjadi prioritas untuk mendukung kedaulatan digital. Industri keamanan siber lokal berkembang pesat, dengan peningkatan talenta muda melalui kompetisi dan pelatihan. Meskipun menghadapi tantangan investasi, koordinasi antar-lembaga, dan pengembangan teknologi lokal, kemandirian siber Indonesia merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kedaulatan digital nasional. Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem keamanan siber yang kuat dan adaptif menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks di era digital.
Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan TNI AD: Pelopor Ketahanan Pangan Indonesia Hidayat, Saepudin; Radyawanto, Aris Setyo
Journal of Industrial Engineering & Management Research Vol. 6 No. 5 (2025): October 2025
Publisher : AGUSPATI Research Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7777/jiemar.v6i5.618

Abstract

Indonesia dikenal sebagai Negara Agraris dengan sumber daya alam yang berlimpah, namun kondisi ini tidak serta merta menjadikan masyarakat Indonesia dapat mengakses pangan dengan mudah dan murah. Pada tahun 2024 Indonesia mengalami lonjakan impor beras yang mencapai 4,52 juta ton, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu peningkatan jumlah penduduk, fluktuasi produksi akibat perubahan iklim (seperti El Nino), kekurangan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP), keterlambatan penyerapan gabah petani, alih fungsi lahan pertanian, dan kebutuhan untuk stabilisasi harga beras di pasar. Untuk mengatasi fenomena tersebut Presiden Prabowo pada 10 Agustus 2025 menginstruksikan pembentukan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) dari TNI Angkatan Darat (TNI AD). Satuan ini selain nantinya bertugas memberdayakan wilayah pertahanan di darat guna mendukung kepentingan nasional sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan namun nantinya memiliki tugas mengoptimalkan lahan tidur dan mendukung swasembada pangan, pertanian, peternakan, perikanan, dan kesehatan. Pembentukan batalyon ini ditargetkan akan rampung dalam kurun waktu 5 tahun ke depan dibagi pertahunnya 100 batalyon. Dengan target pembentukan 500 Yonif TP lengkap dengan kompi pertanian, peternakan, medis, dan zeni, diharapkan TNI AD mampu menjadi pelopor ketahanan pangan Indonesia. Keberadaan Yonif TP ini akan membantu percepatan sejumlah agenda penting pemerintah, seperti ketahanan pangan, program Koperasi Merah Putih, dan program Makan Bergizi Gratis. Pembentukan batalyon-batalyon ini merupakan bagian dari strategi pemerintahan Prabowo untuk memperkuat postur pertahanan negara dan mendukung pembangunan nasional, bergerak melampaui fokus pada kemampuan "hard power" saja.