Penelitian ini dilatar belakangi berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 yaitu meningkatnya angka gangguan kesehatan mental pada remaja diatas 15 tahun sebanyak 5,3% dari tahun 2013. Masa remaja adalah masa yang penting bagi mental seseorang, tidak semua remaja yang dapat mengelola stresnya. Pada kondisi ini diperlukan mekanisme koping yang bertujuan untuk mengatasi stressor. Kecerdasan spiritual adalah salah satu faktor yang berdampak pada remaja dalam memilih upaya koping. Remaja yang memiliki kecerdasan spiritual tinggi maka akan mampu memilih koping yang konstruktif. Penelitian memiliki tujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecerdasan spiritual dengan mekanisme koping pada remaja. Penelitian ini adalah Penelitian ini merupakan penelitian crosssectional dengan pendekan analitik kategorik, bertempat di SMAN 6 Bandung, jumah sample sebanyak 86 respinden yang di pilah menggunakan teknik proportionale stratified random sampling. instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner tingkat kecerdasan spiritual di adaptasi dari teori King & DeCicco yaitu SISRI-24 (The Spiritual Intelligence Self Report Inventory) dan mekanisme koping yang di adaptasi dari teori Carver & Cornor B-COPE (Brief from of the Coping Orintation to Problem Experience). Selanjutnya data yang didapatkan diuji menggunakan menggunakan uji kolerasi Chi Square. Hasil uji statistik tentang hubungan kecerdasan spiritual dengan mekanisme koping pada remaja di SMA Negeri 6 Bandung diperoleh p-value 0,000 (p=0,005) dalam artian terdapat hubungan antara tingkat kecerdasan spiritual dengan mekanisme koping pada remaja di SMA Negeri 6 Bandung. Perlu adanya peningkatan konsistensi keberlangsungan program pembinaan spiritual yang sudah ada dan memperkaya materi dengan lebih berragam sebagai upaya memperbaiki mekanisme koping remaja