Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Meningkatkan SDM dalam Pentingnya Pendidikan di Desa Pahlawan Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara Hizbullah, Muhammad; Harefa, Jefry Wirawan; Nopriyanti, Siti; Azhara, Fakita Nazwa Nur; Susanniati, Aish; Siregar, Mutia Atika
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.1662

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendaliandiri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Pendidikan merupakan bagian integral dalam pembangunan. Proses pendidikan tak dapat dipisahkan dari proses pembangunan itu sendiri. Tentu saja pendidikan, kemampuan, wawasan dan pengetahuanlah yang kitabutuhkan. Di dalam bangku pendidikan banyak sekali hal yang kita dapatkan.Tetapi entah mengapa banyak sekali warga di Indonesia ini yang tidak mengenyam bangku pendidikan sebagaimana mestinya, khususnya di daerah-daerah terpencil di sekitar wilayah Indonesia ini. Sepertinya kesadaran mereka tetang pentingnya pendidikan perlu ditingkatkan.Bagi suatu bangsa yang ingin maju, pendidik harus dipandang sebagai sebuah kebutuhan sama halnya dengan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Maka tentunya peningkatan mutu pendidikan juga berpengaruh terhadap perkembangan suatu bangsa. Kita ambil contoh Amerika, mereka takkan bisa jadi seperti sekarang ini apabila –maaf–pendidikan mereka setarap dengan kita. Peneliti menggunakan metode ceramah dengan teknik presentasi materi pengetahuan tentang pentingnya pendidikan bagi manusia dilanjutkan dengan diskusi. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk workshop. Hasil penelitian bahwasanya masyarakat termotivasi untuk kembali meningkatkan mutu pendidikan anaknya agar lebih baik kedepannya sebesar 75%.
Pengaruh Transparansi, Akuntabilitas dan Keadilan Terhadap Good Corporate Governance pada Bank Syariah Indonesia Zahara , Dwi; Panjaitan, Gadiez Salsabilla; Susanniati, Aish; Khairani, Zam Zam; Detris, Mutiara; Tiara , Shita
MES Management Journal Vol. 5 No. 1 (2026): MES Management Journal
Publisher : MES Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56709/mesman.v5i1.1025

Abstract

This quantitative study examines the influence of Transparency (X1), Accountability (X2), and Fairness (X3) on Good Corporate Governance (GCG) in Indonesian Sharia Banks, using a causal associative method with 30 respondents. Although the independent variables are considered quite reliable, there are significant problems with the validity and reliability of the dependent variable GCG (Y), which indicates measurement inconsistency. The results of multiple linear regression analysis show that simultaneously (F test) and partially (t test), Transparency, Accountability, and Fairness do not have a significant effect on GCG (R² only 7.7%). The study concludes that the tested model is weak and suggests improvements to the instrument (especially the Y variable) and additional samples for future research. Keywords: Good Corporate Governance, Transparency, Accountability, Justice, Bank Syariah Indonesia Abstrak Penelitian kuantitatif ini menguji pengaruh Transparansi (X1), Akuntabilitas (X2), dan Keadilan (X3) terhadap Good Corporate Governance (GCG) pada Bank Syariah Indonesia, menggunakanmetode asosiatif kausal dengan 30 responden. Meskipun variabelindependen dinilai cukup reliabel, terdapat masalah signifikan pada validitas dan reliabilitas variabel dependen GCG (Y), yang menunjukkan inkonsistensi pengukuran. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa secara simultan (Uji F) maupunparsial (Uji t), Transparansi, Akuntabilitas, dan Keadilan tidakberpengaruh signifikan terhadap GCG (R² hanya 7,7%). Penelitianmenyimpulkan bahwa model yang diuji lemah dan menyarankanperbaikan instrumen (khususnya variabel Y) serta penambahansampel untuk penelitian di masa depan. Kata Kunci: Good Corporate Governance, Transparansi, Akuntabilitas, Keadilan, Bank Syariah Indonesia
Transparansi Digital dan Akuntabilitas Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara dalam Menyerap Aspirasi Masyarakat Lubis, Reza Hanafi; Panjaitan, Gadiez Salsabilla; Detris, Mutiara; Susanniati, Aish
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran transparansi digital dalam meningkatkan akuntabilitas kinerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara, khususnya dalam proses penyerapan aspirasi masyarakat. Perkembangan teknologi informasi mendorong implementasi sistem digital sebagai bagian dari praktik e-government yang diharapkan mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, responsif, dan akuntabel. Namun demikian, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala seperti rendahnya partisipasi masyarakat, keterbatasan akses informasi, serta belum optimalnya respons lembaga legislatif terhadap aspirasi yang disampaikan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus analisis mencakup aspek transparansi digital, akuntabilitas kinerja, serta efektivitas mekanisme penyerapan aspirasi masyarakat oleh anggota DPRD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan transparansi digital memiliki potensi besar dalam meningkatkan akuntabilitas kinerja DPRD, terutama dalam hal keterbukaan informasi dan kemudahan akses masyarakat terhadap saluran aspirasi. Namun, efektivitasnya masih belum optimal akibat kurangnya sosialisasi, keterbatasan sumber daya manusia, serta lemahnya sistem pengelolaan aspirasi yang berdampak pada rendahnya tingkat responsivitas dan akuntabilitas lembaga . Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi digital guna mendorong partisipasi publik dan memperkuat fungsi representatif DPRD sebagai penyalur aspirasi masyarakat.