Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Utilization of Rotten Tomato Juice and Starfruit Juice with the Addition of Potassium Hydroxide in Biobattery Production Sardewi, Tri; Amanah, Tria Rizki; Rusdianasari, Rusdianasari; Junaidi, Robert; Hasan, Abu
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v9i3.772

Abstract

Indonesia's dependence on fossil fuels underscores the need for the development of environmentally friendly alternative energy sources. This research examines the utilization of rotten tomato waste (Solanum lycopersicum) and starfruit (Averrhoa bilimbi L.) juice as natural electrolytes in the production of bio-batteries, with the addition of potassium hydroxide (KOH) to enhance their performance. Both materials contain organic acids such as citric acid and ascorbic acid, which support electrochemical reactions. The experimental variations included electrolyte solution volumes of 200–400 mL and KOH concentrations of 0.1 M, 1.0 M, and 2.0 M. The parameters tested included pH, conductivity, voltage, current, power, capacity, and the duration of the LED light, as specified in SNI IEC 60086-1:2015. The results show that for rotten tomato extract, the optimal combination of 350 mL with 2.0 M KOH yields the highest conductivity of 15.37 mS/cm and a capacity of 2.87 mAh. For starfruit juice, the optimal combination of 200–250 mL with 1.0 M KOH provides the highest capacity. The addition of KOH generally increases conductivity and power output, but high concentrations (2.0 M) in starfruit extract reduce efficiency due to over-ionization. This research proves that rotten tomato waste and starfruit juice with the addition of KOH have the potential to be efficient, inexpensive, and environmentally friendly bio-battery raw materials and support the utilization of organic waste as a renewable energy source. Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 7: Affordable and Clean EnergySDG 13: Climate Action
MENGASAH KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING MELALUI PERMAINAN CONGKLAK TERHADAP LITERASI NUMERIK ANAK USIA DINI 4-5 TAHUN DI TK ABA BUMIASIH LAMPUNG SELATAN Amanah, Tria Rizki; Noormawanti, Noormawanti; Firdausyi, Annisa Nur
Thufulah: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/thufulah.v4i2.10822

Abstract

Problem Solving sendiri adalah keterampilan seseorang dalam memecahkan dan menyelesaikan suatu masalah. Interaksi antara stimulasi dan respons atau hubungan dua arah belajar dan lingkungan. Literasi numerik adalah merupakan pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan berbagai macam angka dan simbol yang berkaitan dengan matematika, dan congklak adalah sebuah permainan jadul asal Indonesia yang menggunakan papan kayu dan batu atau kerang sebagai media bermain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana permainan congklak dapat mendorong perkembangan problem solving dan mengetahui hasil daripada keduanya saat anak memainkan permainan congklak.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa permainan congklak cukup efektif dalam mengasah problem solving dan literasi numerik pada anak. Pada temuan penelitian ini di dapati pada perkembangan problem solving, anak sudah mampu mengidentifikasi masalah,perencanaan strategi,respon cepat untuk mengambil keputusan,evaluasi hasil, dan penguasaan diri. Sedangkan untuk literasi numerik didapati anak sudah mampu menghitung biji congklak, perhitungan langkah, mengelola distribusi biji, dan pemahaman pola dan hubungan numerik anak. Pada temuan ini peneliti mendapatkan nilai indikator untuk problem solving dan literasi numerik mencapai 75-80 yang berarti baik.