Abstract: This study aimed to analyze the influence of organizational culture, supervision, and leadership role modeling on the work discipline of civil servants at the Regional Office of the Ministry of Religious Affairs of North Sumatra Province. The population included all civil servants excluding top-level leadership, totaling 158 employees, with a sample size of 61 respondents selected through saturated purposive sampling. The research was conducted in 2025. Data were collected using questionnaires and analyzed through multiple linear regression using a quantitative-associative approach with SPSS version 25. The results indicated that organizational culture, supervision, and leadership role modeling had a positive and significant influence on employee work discipline, both partially and simultaneously. Among the independent variables, organizational culture was found to be the most dominant factor affecting work discipline, as indicated by the highest Beta coefficient. The regression model explained 90.3% of the variation in work discipline, while the remaining 9.7% was attributed to other unexamined factors. The findings also revealed a very strong relationship between work discipline and the three independent variables. Keyword: Organizational Culture, Supervision, Leadership Role Modeling, Work Discipline. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi, pengawasan, dan teladan pimpinan terhadap disiplin kerja pegawai negeri sipil di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai negeri sipil selain pimpinan, berjumlah 158 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 61 responden yang ditentukan melalui teknik purposive sampling jenuh. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda dengan pendekatan asosiatif-kuantitatif melalui bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa budaya organisasi, pengawasan, dan teladan pimpinan secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja pegawai. Di antara ketiga variabel bebas, budaya organisasi merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi disiplin kerja, ditunjukkan oleh nilai koefisien Beta tertinggi. Model regresi mampu menjelaskan variabel disiplin kerja sebesar 90,3%, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Temuan ini juga menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara disiplin kerja dengan ketiga variabel bebas. Kata kunci: Budaya Organisasi, Pengawasan, Teladan Pimpinan, Disiplin Kerja.