Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Biaya Mu’nah Di Pegadaian Syariah Dalam Perspektif Fikih Muamalah: (Studi Kasus di Cabang Pegadaian Syariah Guntur Garut) kasyaf, irfan; Nurjaman, Mumad; Silvia, Alika; Ayu, Lestari
Persya: Jurnal Perbankan Syariah Vol. 1 No. 2 (2023): Persya: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62070/persya.v1i2.265

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis biaya mu’nah di Pegadaian Syariah dalam perspektif fikih muamalah di Cabang Pegadaian Syariah Guntur Garut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Studi Kasus yang bersifat Kualitatif Deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan Observasi, Wawancara, Dokumentasi dan Kepustakaan. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini yaitu adanya perbedaan pelaksanaan biaya mu’nah pada Pegadaian Syariah dengat Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia Nomor 25 Tahun 2002. Dalam melaksanakan penelitian tersebut, peneliti langsung terjun ke lapangan untuk mendapatkan data-data pendukung. Kemudian untuk teknik analisis data, serta kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses pengambilan persentase dalam biaya mu’nah sudah sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.
Analisis Strategi Penghimpunan Dana Zakat, Infak Dan Sedekah Di Lazismu Kabupaten Garut Nurjaman, Mumad; Kasyaf, Irfan; Sejadi, Wildan Kembar; Naiya, Naiya
Jurnal Neraca Peradaban Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Neraca Peradaban
Publisher : Prodi Akuntansi STIE Hidayatullah Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55182/jnp.v5i1.721

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penghimpunan dana zakat, infak dan sedekah di Lazismu Kabupaten Garut meliputi tiga aspek utama. Pertama, penguatan hubungan dengan donatur melalui program komunikasi. Kedua, mengikuti zaman yaitu dengan memanfaatkan sosial media. Ketiga, peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat, infak dan sedekah melalui sosialisai dan edukasi secara langsung dan tidak langsung. Selain itu, tantangan yang dihadapi antara lain rendahnya kesadaran di kalangan masyarakat terhadap menunaikan zakat dan keterbatasan sumber daya manusia di Lazismu Kabupaten Garut. Strategi yang diterapkan oleh Lazismu Kabupaten Garut cukup efektif dalam menghimpun dana zakat, infak dan sedekah, namun masih perlu peningkatan dalam beberapa aspek seperti pemanfaatan teknologi dan pengembangan kapasitas organisasi. Rekomendasi yang diajukan antara lain peningkatan penggunaan platform digital untuk donasi, pengembangan program edukasi , dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Lazismu Kabupaten Garut.
Dimensi Etika dan Spiritual dalam Konsep Harta Islam serta Relevansinya terhadap Krisis Ketimpangan Ekonomi di Indonesia Nurjaman, Mumad
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 1 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i1.1976

Abstract

Krisis ketimpangan ekonomi di Indonesia menunjukkan kecenderungan meningkatnya konsentrasi kekayaan pada kelompok tertentu, sementara sebagian besar masyarakat masih menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber daya ekonomi. Hal ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai relevansi konsep harta dalam Islam yang tidak hanya bersifat material, tetapi juga etis dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi etika dan spiritual dalam konsep harta Islam berdasarkan Al-Qur’an, hadis, dan literatur fikih, serta mengkaji relevansinya terhadap problem ketimpangan ekonomi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif berbasis studi kepustakaan dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Islam harta dipandang sebagai amanah, sarana ibadah, dan instrumen distribusi keadilan sosial melalui mekanisme zakat, infak, sedekah, dan larangan penumpukan harta. Kebaruan penelitian ini menawarkan rekonstruksi konseptual harta sebagai instrumen transformasi sosial yang tidak hanya dipahami dalam kerangka kepemilikan individual, tetapi sebagai mekanisme normatif untuk membangun keadilan distributif dan keseimbangan sosial. Kontribusi penelitian ini diharapkan menjadi rumusan kerangka normatif yang dapat menjadi dasar kebijakan ekonomi berbasis nilai keadilan distributif dalam perspektif Islam.