Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POLITIK ANTI KORUPSI: PERBANDINGAN STRATEGI PEMBERANTASAN KORUPSI INDONESIA-MALAYSIA Ainul Ismah; Monica Indah Winarno; Mahardika; Raffi Rasya; Uccy Vela Nabila
INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global Vol. 6 No. 1 (2025): Vol. 6 No. 1 (2025): INDEPENDEN : Jurnal Politik Indonesia dan Global
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/independen.6.1.59-72

Abstract

Korupsi merupakan tantangan serius yang dihadapi oleh Indonesia dan Malaysia, dua negara di kawasan Asia Tenggara dengan tingkat korupsi yang masih tinggi berdasarkan Indeks Persepsi Korupsi (CPI) 2024. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan strategi pemberantasan korupsi di kedua negara, dengan fokus pada peran lembaga antikorupsi seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Indonesia dan Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM/MACC) di Malaysia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-komparatif, dengan data primer dari wawancara dan data sekunder dari dokumen resmi, laporan lembaga antikorupsi, serta publikasi internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua negara memiliki pendekatan yang berbeda: KPK mengadopsi strategi "Trisula" (penindakan, pencegahan, dan pendidikan), sedangkan SPRM berfokus pada lima pilar dalam National Anti-Corruption Strategy (NACS). Namun, keduanya menghadapi tantangan seperti intervensi politik, keterbatasan sumber daya, dan budaya koruptif yang mengakar. Kesimpulannya, meskipun upaya pemberantasan korupsi telah dilakukan, diperlukan penguatan regulasi, transparansi, dan partisipasi masyarakat untuk mencapai hasil yang lebih efektif. Kata kunci: Korupsi, Strategi Antikorupsi, KPK, SPRM, Indonesia-Malaysia
Sistem Deteksi Gejala Hipoksia Berdasarkan Kadar Oksigen Dan Detak Jantung Berbasis IOT Secara Real Time Mahardika; Hanni Pradana, Zein; Hikmah, Irmayatul
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipoksia adalah kondisi berbahaya yangterjadi ketika kadar oksigen dalam darah terlalu rendah,sehingga dapat mengganggu fungsi organ-organ vitalseperti otak dan jantung. Mendeteksi gejala hipoksiasecara dini sangat penting untuk mencegah terjadinyakomplikasi yang lebih serius. Penelitian ini bertujuanuntuk merancang dan menerapkan sistem deteksi gejalahipoksia berbasis Internet of Things (IoT) secara realtime. Sistem ini menggunakan sensor MAX30100 untukmengukur kadar oksigen (SpO₂) serta detak jantung.Data yang dihasilkan dikirim ke aplikasi Blynk melaluimikrokontroler ESP8266, sehingga pengguna dapatmemantau kondisi kesehatannya langsung darismartphone. Sistem ini juga dilakukan uji coba denganWireshark untuk mengevaluasi kinerja jaringan,termasuk analisis terkait delay, jitter, dan packet loss.Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem mampumendeteksi perubahan kadar oksigen dan detak jantungdengan akurasi tinggi dan mengirim data secara real-timedengan delay yang rendah. Sistem ini diharapkan dapatmembantu pengguna memantau kondisi tubuh secaramandiri serta memberikan peringatan dini bila terjadigejala hipoksia. Hasil uji coba juga menunjukkan bahwasistem mampu mendeteksi kadar oksigen dan detakjantung dengan tingkat akurasi yang baik, dengan ratarata error pada pengukuran detak jantung (BPM) sebesar4,8% dan pada pengukuran kadar oksigen (SpO₂) sebesar2,5%.Kata kunci— Hipoksia, IoT, ESP8266, MAX30100, Blynk,Detak Jantung, Saturasi Oksigen