Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Role of Teachers as Motivators in Shaping Discipline in Completing Tasks for Special Needs Students at SDN 1 Gunung Sari Nadia, Maritza Putri; Solekha, Iqoh Sobirotus; Pangestu, Reza Adi
JEES: Journal of Education and Educational Sciences Vol. 1 No. 1 (2024): JEES: Journal of Education and Educational Sciences
Publisher : CV. Akademi Merdeka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70152/jees.v1i1.12

Abstract

This study analyzes the role of teachers as motivators in forming disciplined characters in children with special needs in grade 4 of SDN 1 Gunung Sari Dalam. With a descriptive qualitative approach, data were collected through observations of teacher-student interactions and interviews. The results showed that teachers provided relief from assignments; for example, regular students got 10 questions, while students with special needs only got 3 questions with guidance. The students with special needs studied had characteristics such as ADHD and speech delays, so they needed a special approach. Teachers acted as directors and motivators, creating an inclusive learning environment, giving praise, and setting realistic goals according to students' interests. The role of parents is very important, with their active involvement strengthening children's emotional development. This study shows that the role of teachers is effective in building discipline in students with special needs, contributing to inclusive education.
ANALISIS ASESMEN FORMATIF BERBANTUAN QUIZIZZ PAPER MODE TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 JATISEENG KIDUL Pangestu, Reza Adi; Zakiyah Ismuwardani; Ratri Nuryani Qudwatullathifah
PERISKOP : Jurnal Sains dan Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026): PERISKOP: Jurnal Sains dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Pendidikan dan Bahasa Invada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58660/tmennx92

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas asesmen formatif berbantuan Quizizz Paper Mode dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV SD Negeri 1 Jatiseeng Kidul. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menilai relevansi penerapan asesmen formatif berbasis teknologi tersebut terhadap kondisi dan kesiapan lingkungan pembelajaran lokal di sekolah dasar dengan keterbatasan sarana digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode triangulasi data, mencakup wawancara mendalam dengan guru dan siswa, observasi langsung selama pembelajaran, serta analisis dokumen dan hasil belajar siswa. Instrumen penelitian meliputi pedoman wawancara, lembar observasi, dan angket terbuka. Analisis data dilakukan mengikuti model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan menggunakan verifikasi melalui teknik triangulasi sumber dan metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Quizizz Paper Mode mampu meningkatkan keaktifan siswa secara signifikan, ditunjukkan oleh keterlibatan aktif siswa dalam menjawab soal, berdiskusi, dan berinteraksi selama proses asesmen. Sebanyak 90% siswa menyatakan lebih semangat belajar dengan metode ini. Dari sisi hasil belajar, 79,31% siswa memperoleh nilai di atas KKM (≥70). Hambatan yang ditemukan berupa keterbatasan jaringan dan pemahaman awal guru, namun dapat diatasi melalui penyesuaian teknis dan pelatihan sederhana. Penelitian ini bermanfaat bagi pendidikan dasar, khususnya dalam implementasi asesmen formatif berbasis teknologi di lingkungan dengan keterbatasan digital. Hasil penelitian dapat dijadikan rujukan oleh guru, kepala sekolah, dan pengembang kurikulum untuk menerapkan metode evaluasi yang interaktif dan efisien dalam meningkatkan partisipasi dan capaian belajar siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan Quizizz Paper Mode sebagai bentuk inovasi asesmen formatif yang mengintegrasikan teknologi digital dengan pendekatan konvensional berbasis kertas. Inovasi ini menjembatani kesenjangan antara pembelajaran digital dan keterbatasan fasilitas sekolah dasar, serta memperluas konsep asesmen formatif menjadi lebih inklusif, adaptif, dan relevan dengan konteks lokal pendidikan Indonesia.