p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal J-CEKI PESHUM
Novita Hotma Uli Sitanggang
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Demografi Dalam Menentukan Arah Perekonomian Indonesia Novita Hotma Uli Sitanggang; Mahlina Putri Manurung; Krisnawati Silaban; Gita Febrianti; Nasrullah Hidayat
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i6.9846

Abstract

Studi ini mengeksplorasi hubungan antara dinamika demografi dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui analisis berbasis literatur. Dalam beberapa dekade terakhir, Indonesia telah mengalami pergeseran demografi yang signifikan, terutama memasuki fase bonus demografi, di mana penduduk usia kerja (15–64 tahun) mendominasi struktur populasi secara keseluruhan. Transisi ini menghadirkan peluang strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan produktivitas, peningkatan partisipasi angkatan kerja, dan pemanfaatan sumber daya manusia yang lebih efisien. Berdasarkan data sekunder dan teori ekonomi klasik maupun modern, studi ini menemukan bahwa bonus demografi tidak serta merta menghasilkan manfaat ekonomi. Keberhasilan realisasinya bergantung pada kapasitas pemerintah untuk memastikan akses terhadap pendidikan berkualitas, pelatihan keterampilan, dan penciptaan lapangan kerja yang inklusif. Sebaliknya, tantangan seperti penuaan penduduk, disparitas pembangunan daerah, dan rendahnya partisipasi angkatan kerja perempuan dapat menghambat keunggulan demografi tersebut jika tidak ditangani melalui strategi kebijakan yang tepat sasaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi demografi Indonesia hanya akan menjadi katalis bagi kemajuan ekonomi jika dikelola secara sistematis dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara lembaga pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil. Pemahaman yang komprehensif mengenai tren demografi sangat penting untuk membentuk kebijakan pembangunan ekonomi jangka panjang yang selaras dengan visi bangsa untuk Indonesia Emas 2045.
Dampak FOMO Terhadap Pola Konsumsi Mahasiswa Dan Konseskuensinya Bagi Kesejahteraan Ekonomi Keluarga Novita Hotma Uli Sitanggang; Mahlina Putri Manurung; Krisnawati Silaban; Gita Febrianti; Hartato Rianto
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.12248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana FOMO membentuk perilaku konsumsi mahasiswa serta mengidentifikasi potensi dampaknya terhadap kesejahteraan ekonomi keluarga. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologis, data dikumpulkan melalui kuisioner dan wawancara mendalam terhadap mahasiswa dari berbagai latar belakang sosial dan geografis. Kuisioner disebarkan untuk menjaring pola konsumsi yang dipengaruhi oleh FOMO, sementara wawancara dilakukan guna memperoleh pemahaman kontekstual dan emosional yang lebih dalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa mengalami tekanan sosial untuk mengikuti tren konsumsi, seperti membeli produk fashion, gadget, makanan kekinian, dan mengikuti aktivitas viral, meskipun tidak sesuai dengan kebutuhan maupun kemampuan finansial mereka. Intensitas penggunaan media sosial, khususnya TikTok dan Instagram, menjadi pemicu utama munculnya FOMO. Sumber pembiayaan konsumtif sebagian besar berasal dari orang tua, sehingga berdampak pada meningkatnya beban ekonomi keluarga. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan literasi digital dan keuangan di kalangan mahasiswa, serta mendorong keterlibatan orang tua dan institusi pendidikan dalam membentuk pola konsumsi yang sehat. Kesadaran akan dampak sosial dan ekonomi dari FOMO perlu ditanamkan sejak dini agar mahasiswa mampu bersikap bijak dalam menggunakan media sosial dan mengambil keputusan konsumsi.