Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana FOMO membentuk perilaku konsumsi mahasiswa serta mengidentifikasi potensi dampaknya terhadap kesejahteraan ekonomi keluarga. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologis, data dikumpulkan melalui kuisioner dan wawancara mendalam terhadap mahasiswa dari berbagai latar belakang sosial dan geografis. Kuisioner disebarkan untuk menjaring pola konsumsi yang dipengaruhi oleh FOMO, sementara wawancara dilakukan guna memperoleh pemahaman kontekstual dan emosional yang lebih dalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa mengalami tekanan sosial untuk mengikuti tren konsumsi, seperti membeli produk fashion, gadget, makanan kekinian, dan mengikuti aktivitas viral, meskipun tidak sesuai dengan kebutuhan maupun kemampuan finansial mereka. Intensitas penggunaan media sosial, khususnya TikTok dan Instagram, menjadi pemicu utama munculnya FOMO. Sumber pembiayaan konsumtif sebagian besar berasal dari orang tua, sehingga berdampak pada meningkatnya beban ekonomi keluarga. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan literasi digital dan keuangan di kalangan mahasiswa, serta mendorong keterlibatan orang tua dan institusi pendidikan dalam membentuk pola konsumsi yang sehat. Kesadaran akan dampak sosial dan ekonomi dari FOMO perlu ditanamkan sejak dini agar mahasiswa mampu bersikap bijak dalam menggunakan media sosial dan mengambil keputusan konsumsi.
Copyrights © 2026