Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

RANTAI NILAI KOMODITAS KOPI DALAM SKEMA PERHUTANAN SOSIAL: STUDI KASUS KELOMPOK TANI HUTAN DI KINDANG, SULAWESI SELATAN Rusadi, Nusrah; Gare, Kletus Florianus Sera; Marisi; Sari, Puspa
Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business Vol. 5 No. 3 (2025): Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business (2025)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ifijeb.v5i3.3849

Abstract

This study aims to analyze the coffee commodity value chain within the Community Forest (HKm) scheme in Kindang Subdistrict, Bulukumba Regency, South Sulawesi. The research focused on mapping the value chain structure, identifying key actors, and examining institutional challenges and strengthening strategies. A descriptive qualitative approach with a case study method was applied. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and document reviews, and analyzed using a value chain analysis framework. The results revealed that the coffee value chain is still dominated by middlemen, while cooperatives have not functioned effectively as aggregators. Processing assets such as roasting and grinding machines remain underutilized due to limited technical skills and the absence of a collective production system. Farmers’ income falls in the moderate category (IDR 18.9–20.4 million per year), indicating low value addition. Recommended strategies include improving technical capacity, optimizing the use of processing equipment collectively, product diversification, developing digital marketing channels, and implementing quality-based incentive systems. These findings underscore the importance of institutional strengthening and product downstreaming to enhance the competitiveness of HKm coffee and improve farmers’ livelihoods.
Structure and Composition of the Understory Vegetation in Bunder Wonosari Grand Forest Park, Gunung Kidul Regency, Yogyakarta Province Gare, Kletus Florianus Sera; Rusadi, Nusrah; Selanno, Frenly Marvi; Syah, Firman; Silaban, Rosalia; Lamanda, Sukriati Andesti; Marpaung, Sutan Sahala Muda
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4.10405

Abstract

Bunder Grand Forest Park (Tahura) is a nature conservation area that plays a crucial role in maintaining the sustainability of biological resources and ecosystems in the Yogyakarta region. The development of Bunder Grand Forest Park is not only focused on ecological preservation but also contributes to strengthening Yogyakarta's identity as a center for environmentally conscious education and tourism. This study aims to determine the types of undergrowth, INP and its species diversity. This study was conducted using a quadrat sampling technique, using a double plot method. For observations used PU with a size of 1 m x 1 m. The results of research conducted in the Bunder Forest Park area, found 21 types of undergrowth, which are divided into 2 groups, namely non-grass plants and grass-type undergrowth, with the largest INP value obtained by the type of non-grass plant, namely the Bandotan plant (Ageratum conyzoides L.), with a value of 43.22%, and the grass-type undergrowth, namely the Elephant grass plant (Pennisetum purpuroides) with a value of 84.39% while the undergrowth with the lowest INP value, obtained by the type of non-grass plant, namely Lamtoro (Leucaena leucocephala), with a value of 3.15%, and the grass-type plant, namely the Grepak Grass plant (Paspalum conjugatum Berg.) with a value of 6.57%. In terms of diversity, non-grass understory plants are known to have moderate species diversity, while grass understory plants have low species diversity.
STRUKTUR KOMUNITAS DAN KEANEKARAGAMAN VEGETASI DALAM SKEMA PERHUTANAN SOSIAL: STUDI KASUS KELOMPOK TANI HUTAN FETOMNASI DI DESA SILLU, NUSA TENGGARA TIMUR Dako, Fransiskus X.; Lamanda, Sukriati A.; Selanno, Frenly M.; Ora, Yudhistira A. N. R.; Rusadi, Nusrah; Gare, Kletus F. S.; Paga, Blasius; Adrin, Adrin
Partner Vol 30, No 3 (2025): Edisi Khusus 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i3.7514

Abstract

ABSTRAKKawasan hutan di Desa Sillu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang mengalami tekanan ekologis akibat perambahan, perladangan berpindah, kebakaran hutan, penggembalaan liar, dan konversi lahan, sehingga menurunkan tutupan vegetasi dan kualitas ekosistem. Kondisi ini mengancam keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat, sehingga keberadaan vegetasi menjadi krusial dalam menjaga fungsi ekologis kawasan. Skema perhutanan sosial memberikan akses legal kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) untuk mengelola dan memulihkan hutan, salah satunya KTH Fetomnasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur komunitas tumbuhan di Desa Sillu dalam kerangka pengelolaan perhutanan sosial, guna menyediakan landasan ilmiah bagi penguatan keberlanjutan pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Metode purposive sampling diterapkan pada 24 lahan anggota KTH. Indeks keanekaragaman jenis tingkat semai dan tiang tergolong sedang (H’ = 1,439 dan 1,848), sedangkan pancang dan pohon termasuk sedang menuju tinggi (H’ = 2,185 dan 2,144). Hasil ini menunjukkan bahwa akses legal melalui perhutanan sosial mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga vegetasi dan memulihkan fungsi ekologi kawasan.Kata kunci: Ekologi, Perhutanan Sosial, KTH Fetomnasi, INP, Keanekaragaman
Resiliensi Kelembagaan Kelompok Tani Hutan Pada Skema Hutan Kemasyarakatan di Kecamatan Kindang Sulawesi Selatan: Institutional Resilience of Forest Farmer Groups in The Community Forestry Scheme in Kindang Sub-district, South Sulawesi Rusadi, Nusrah; Gare, Kletus Florianus Sera; Selanno, Frenly Marvi; Lamanda, Sukriati Andesti; Samad, Radhiatunnisa S; Sari, Puspa; Apriani, Nurul
JURNAL HUTAN TROPIKA Vol 20 No 2 (2025): Volume 20 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v20i2.22878

Abstract

Pengelolaan hutan berbasis masyarakat membutuhkan kelembagaan lokal yang kuat dan mampu beradaptasi dengan dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan kelembagaan Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan dalam skema Hutan Kemasyarakatan di Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret–April 2025 menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, diskusi kelompok terfokus, dan telaah dokumen, serta dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan kelembagaan berada pada tingkat sedang dengan variasi di berbagai dimensi. Struktur organisasi telah ditetapkan secara formal tetapi belum berfungsi sepenuhnya karena dominasi kepemimpinan dan distribusi wewenang yang tidak merata. Partisipasi anggota masih bersifat simbolis, karena pengambilan keputusan sebagian besar bersifat top-down. Aturan internal ada tetapi diterapkan secara tidak konsisten karena lemahnya sosialisasi, pemantauan, dan penegakan sanksi. Hubungan eksternal relatif kuat tetapi sangat bergantung pada fasilitator, sehingga membatasi independensi internal. Studi ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan kelembagaan hanya dapat dicapai melalui penguatan fungsi organisasi, peningkatan partisipasi anggota, kepastian penegakan aturan yang konsisten, dan pembinaan jaringan kolaboratif dengan aktor eksternal guna mendukung pengelolaan hutan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.