Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Faktor Sosial, Ekonomi, dan Motivasi terhadap Keputusan Tidak Melanjutkan Pendidikan di Desa Tosora Kabupaten Wajo Tajuddin, Fabian Maualana; Rotasauw, Roland
Pinisi Journal of Community Service Volume 1, Nomor 2, 2024
Publisher : Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi masih menjadi permasalahan serius di berbagai daerah, termasuk di wilayah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor sosial, ekonomi, dan motivasi terhadap keputusan tidak melanjutkan pendidikan di Desa Tosora, Kabupaten Wajo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden lulusan SMA/SMK yang memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda untuk menguji pengaruh simultan dan parsial dari ketiga variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi berpengaruh signifikan terhadap keputusan tidak melanjutkan pendidikan, diikuti oleh faktor motivasi. Sementara itu, faktor sosial juga memiliki pengaruh, meskipun tidak sebesar dua faktor lainnya. Temuan ini menunjukkan bahwa hambatan ekonomi masih menjadi kendala utama, namun kurangnya motivasi dan dukungan lingkungan juga turut memperkuat keputusan tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan dukungan sosial dan program pemberdayaan ekonomi yang dapat mendorong minat melanjutkan pendidikan di kalangan generasi muda Desa Tosora.
Precautionary Principle sebagai Upaya Pencegahan Climate Corruption dalam Praktik State Capture Tajuddin, Fabian Maualana; Putra, Muh Aries Surya; Setyawan, Bima
Pinisi Journal of Community Service Volume 2, Nomor 1, 2025
Publisher : Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi iklim (climate corruption) telah menjadi ancaman serius terhadap upaya penanggulangan krisis iklim sebab mengacu pada penyalahgunaan kekuasaan dalam sektor tata kelola lingkungan. Salah satu pintu masuk terjadinya climate corruption adalah melalui praktik state capture dimana kepentingan politik dan ekonomi mempengaruhi kebijakan tata kelola lingkungan dan iklim untuk kepentingan segelintir pihak. Dalam menghadapi tantangan ini, prinsip kehati- hatian (precautionary principle) merupakan salah satu prinsip hukum lingkungan yang dapat mencegah terjadinya climate corruption dalam praktik state capture. Oleh karena itu, penelitian ini ingin mengkaji dan menganalisis bagaimana prinsip kehati-hatian (precautionary principle) dapat mencegah terjadinya climate coruption dalam praktik state capture. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip kehati-hatian merupakan prinsip yang memiliki peranan sentral dalam mencegah terjadinya korupsi iklim melalui praktik staat capture, hal ini dikarenakan prinsip kehati-hatian menekankan pada tindakan pencegahan terhadap potensi terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan walaupun belum adanya bukti-bukti ilmiah terkait potensi pencemaran dan kerusakan lingkungan tersebut, sehingga dalam hal pemangku kebijakan merumuskan kebijakan publik harus memperhatikan potensi-potensi terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan dalam suatu produk kebijakan publik guna mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan terjadi. Berdasarkan hal tersebut precautionary principle menjadi solusi konkrit dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup terkhusus pada upaya pencegahan climate corruption dalam praktik state capture pada negara-negara berkembang yang mengalami krisis iklim.