Ahmadil Chandra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penanggulangan Tindak Pidana Perdagangan Orang Melalui Penguatan Kesadaran Hukum Masyarakat(Studi Penelitian Di Polda Sumatera Utara) Chandra, Ahmadil; Ahmadil Chandra; Rajin Sitepu
Jurnal Fundamental Justice Vol. 6 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/fundamental.v6i2.5716

Abstract

Perdagangan orang merupakan bentuk kejahatan yang banyak menjadi perhatian belakangan ini. Melihat kondisi geografis yang berdekatan dengan wilayah negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura menjadikan Provinsi Sumatera Utara salah satu daerah yang rawan terhadap praktik perdagangan orang, baik sebagai daerah asal maupun transit. Upaya penanggulangan tidak cukup hanya dengan pendekatan represif melalui penegakan hukum, tetapi juga memerlukan penguatan kesadaran hukum masyarakat. Penelitian ini bertujuan menggali informasi yang relevan untuk memahami bagaimana upaya atau strategi yang efektif dalam penguatan kesadaran hukum masyarakat demi menanggulangi perdagangan orang di Sumatera Utara sehingga masyarakat dapat memiliki kepekaan terhadap tipu daya yang dilakukan oleh pelaku kejahatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah empiris. Data dikumpulkan melalui wawancara, studi literatur, dan sumber terpercaya lainnya terkait perdagangan orang dan penguatan kesadaran hukum masyarakat dalam penanggulangan tindak pidana perdagangan orang. Oleh karenanya, peningkatan kesadaran hukum masyarakat melalui edukasi, penguatan kapasitas tokoh masyarakat, integritas kurikulum TPPO di sekolah, pengembangan aplikasi edukasi, peningkatan layanan pelaporan dan konsultasi hukum, materi edukasi untuk anak, pelatihan kewirausahaan untuk masyarakat rentan, dan kampanye melalui influencer, merupakan strategi penting dalam menciptakan daya tangkal terhadap praktik perdagangan orang. 
Praktek Due Process Of Law Dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia di Tinjau Dari Putusan Pengadilan Negeri Medan Tahun 2022-2023 Rasina Padeni Nasution; Swity Milen; Kahyun Irgi Ramadhan; Kamilatunnisa Sitorus; Ahmadil Chandra
Jurnal Begawan Hukum (JBH) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Begawan Hukum (JBH)
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/jbh.v2i1.89

Abstract

this article will present a discussion that focuses on the discussion of Hadith within the scope of multicultural, more precisely one of the existing multicultural values, namely about tolerance. There are several Hadiths that explain the importance of cultivating tolerance to deal with various differences. Because the Hadith is the second source of law after the Qur'an, it is necessary to analyze more deeply regarding the quality of the isnaad and its mat. Researchers use qualitative research methods, which refer to sources related to literature. The results of this study are, especially in Sahih Muslim hadith No. 1593, it can be concluded that the explanation related to the command to respect the body, even though the body comes from the Jewish religion, must still stand if the body passes, because this is one of the forms of tolerance that exists, and also respect for death itself. And there are many Isad in this Hadith that is Tsiqah, until it is concluded with Sahihul Isnad. And matan there are also syadz, even many of the Hadiths that explain a similar explanation, and there are also many verses of the Qur'an that support the exposure of the same discussion, and it can be concluded that the Hadith Sahih Muslim No. 1593 which discusses the chapter of the body, and related to this form of tolerance is Sahih.