Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Aktivitas Seni terhadap Keterampilan Sosial pada Anak dengan Down Syndrome Setiawan, Anjelly Catrina; Yap, Felisha; Stevani
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v5i1.34501

Abstract

Anak dengan Down Syndrome biasanya mengalami keterlambatan dalam perkembangan fisik, kemampuan berpikir, dan keterampilan sosial. Mereka memerlukan perhatian dan pendekatan yang khusus untuk bisa tumbuh dan belajar dengan baik. Salah satu cara yang efektif untuk perkembangan mereka adalah melalui kegiatan seni atau Art Activity seperti menggambar, melukis, dan membuat kerajinan tangan yang merupakan salah satu bentuk intervensi yang diyakini mampu meningkatkan keterampilan motorik halus maupun kasar, konsentrasi, dan kemampuan berkomunikasi maupun keterampilan sosial. Kegiatan seni tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menjadi sarana ekspresi dan dapat membantu anak melatih gerakan motorik serta belajar berinteraksi dengan orang lain maupun teman sebaya. Secara keseluruhan, kegiatan seni belum meningkatkan keterampilan sosial pada anak dengan Down Syndrome secara signifikan. Hal ini terjadi karena beberapa faktor dari luar, seperti durasi program yang terbatas, aktivitas yang tidak sepenuhnya sesuai dengan minat peserta, dan kondisi emosional subjek yang berubah setiap sesi. Dengan ini, hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa ada respons positif dalam bentuk perilaku sosial dan dukungan yang lebih besar antara individu meskipun dibutuhkannya jangka waktu yang lebih panjang untuk anak dengan Down Syndrome menyesuaikan diri dan situasi tersebut. Hal ini sejalan dengan prinsip pendidikan sosial yang dikemukakan oleh Albert Bandura.
Self-Body Image in Emerging Adulthood Yap, Felisha; Meiske Yunithree
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 3 No. 4 (2025): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v3i4.1397

Abstract

This study aims to examine differences in body image among emerging adults based on gender, age, and body mass index (BMI). Body image in this study consists of four dimensions: (1) self-perception of body shape, (2) Social comparison of body image, (3) Attentional focus on body image, and (4) Drastic shifts in body evaluations. A total of 389 emerging adults participated in the study. The Body Shape Questionnaire (BSQ) was used as the measurement instrument. Data were analyzed using the Mann–Whitney U test for gender and age differences, and the Kruskal–Walli’s test for BMI differences. The results show no significant differences in body image based on gender across the dimensions of self-perception of body shape (p = .219), comparing body image with others (p = .278), attitudes focused on body image (p = .363), and drastic changes in body perception (p = .138). Additionally, no significant differences were found across age groups in self-perception of body shape (p = .251), comparing body image with others (p = .092), attitudes focused on body image (p = .134), and drastic changes in body perception (p = .121). In contrast, a significant difference was found based on BMI (p < .001), indicating that BMI categories influence all four dimensions of body image. These findings suggest that body image among emerging adults is more strongly shaped by actual physical conditions such as BMI than by demographic factors. The results contribute to the development of psychological interventions aimed at addressing body image concerns in emerging adulthood.