Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Aktivitas Seni terhadap Keterampilan Sosial pada Anak dengan Down Syndrome Setiawan, Anjelly Catrina; Yap, Felisha; Stevani
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v5i1.34501

Abstract

Anak dengan Down Syndrome biasanya mengalami keterlambatan dalam perkembangan fisik, kemampuan berpikir, dan keterampilan sosial. Mereka memerlukan perhatian dan pendekatan yang khusus untuk bisa tumbuh dan belajar dengan baik. Salah satu cara yang efektif untuk perkembangan mereka adalah melalui kegiatan seni atau Art Activity seperti menggambar, melukis, dan membuat kerajinan tangan yang merupakan salah satu bentuk intervensi yang diyakini mampu meningkatkan keterampilan motorik halus maupun kasar, konsentrasi, dan kemampuan berkomunikasi maupun keterampilan sosial. Kegiatan seni tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menjadi sarana ekspresi dan dapat membantu anak melatih gerakan motorik serta belajar berinteraksi dengan orang lain maupun teman sebaya. Secara keseluruhan, kegiatan seni belum meningkatkan keterampilan sosial pada anak dengan Down Syndrome secara signifikan. Hal ini terjadi karena beberapa faktor dari luar, seperti durasi program yang terbatas, aktivitas yang tidak sepenuhnya sesuai dengan minat peserta, dan kondisi emosional subjek yang berubah setiap sesi. Dengan ini, hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa ada respons positif dalam bentuk perilaku sosial dan dukungan yang lebih besar antara individu meskipun dibutuhkannya jangka waktu yang lebih panjang untuk anak dengan Down Syndrome menyesuaikan diri dan situasi tersebut. Hal ini sejalan dengan prinsip pendidikan sosial yang dikemukakan oleh Albert Bandura.
STUDI KUALITATIF : STRATEGI KOMUNIKASI PASANGAN MENIKAH DALAM MEMPERTAHANKAN HUBUNGAN JARAK JAUH Setiawan, Anjelly Catrina; Suparman, Meiske Yunithree
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8972

Abstract

The increasing prevalence of long-distance marriages (LDMs) due to the demands of professional mobility and technological advancements requires couples to develop complex communication strategies to maintain healthy relationships. This study focuses on analyzing the communication strategies employed by married couples in LDMs and their implications for relationship quality in the digital era. Using a qualitative phenomenological approach, data were extracted through in-depth interviews with four LDM couples to understand the dynamics of their interactions. The study findings revealed that each couple adopted adaptive communication strategies according to their emotional needs, with assurance, openness, and conflict management as dominant pillars. Digital media has proven to play a significant role as an emotional bridge, but its effectiveness depends heavily on the couple's ability to minimize misunderstandings due to the absence of non-verbal cues. It is concluded that the success of LDMs is not solely determined by technological sophistication, but rather by the couple's maturity in building trust, commitment, and a solid support system. Integration between wise use of technology and quality interpersonal interactions is key to maintaining the stability and harmony of long-distance marriages. ABSTRAK Fenomena pernikahan jarak jauh (Long Distance Marriage/LDM) yang semakin marak akibat tuntutan mobilitas profesional dan perkembangan teknologi mengharuskan pasangan mengembangkan strategi komunikasi yang kompleks demi mempertahankan hubungan yang sehat. Penelitian ini berfokus pada analisis strategi komunikasi yang diterapkan pasangan suami istri dalam menjalani LDM serta implikasinya terhadap kualitas hubungan di era digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, data digali melalui wawancara mendalam terhadap empat pasangan LDM untuk memahami dinamika interaksi mereka. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa setiap pasangan mengadopsi strategi komunikasi yang adaptif sesuai kebutuhan emosional, di mana dimensi assurance (pemberian jaminan), keterbukaan, dan manajemen konflik menjadi pilar dominan. Media digital terbukti berperan signifikan sebagai jembatan emosional, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kemampuan pasangan meminimalisir kesalahpahaman akibat absennya isyarat non-verbal. Disimpulkan bahwa keberhasilan LDM tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan teknologi, melainkan oleh kematangan pasangan dalam membangun kepercayaan, komitmen, serta sistem dukungan yang solid. Integrasi antara pemanfaatan teknologi yang bijak dan kualitas interaksi interpersonal menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan rumah tangga jarak jauh.