Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Problem-Based Learning and Social Emotional Analysis of Students' Written Math Communication Nasuwa Mufidah, Evita; Cholily, Yus Mochamad; Athma Putri Rosyadi, Alfiani; In'am, Akhasul
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi matematika tertulis siswa kelas VIII SMP terhadap materi kongruensi konstruksi segitiga. Pengumpulan data dilakukan melalui dua metode, yaitu tes tertulis untuk mengukur komunikasi matematis dan observasi untuk menilai aspek sosial-emosional siswa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan klasifikasi berdasarkan kategori tinggi, sedang, dan rendah dalam indikator komunikasi matematis. Berdasarkan hasil analisis, siswa dengan tingkat sosial-emosional yang tinggi menunjukkan komunikasi matematis yang tinggi, memungkinkan mereka untuk mengekspresikan dan menafsirkan ide matematika secara tertulis serta menggunakan simbol matematika dalam pemecahan masalah. Sebaliknya, siswa dengan tingkat sosial-emosional rendah menunjukkan kesulitan dalam mengekspresikan ide-ide matematika secara tertulis. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat sosial-emosional dengan kemampuan komunikasi matematis siswa. Implikasinya, guru perlu mempertimbangkan integrasi pendekatan sosial-emosional dalam pembelajaran untuk meningkatkan komunikasi matematis siswa secara optimal dan merata. This study aims to analyze the written mathematical communication of eighth-grade junior high school students regarding the topic of triangle construction congruence. Data collection was conducted through two methods: a written test to measure mathematical communication and observation to assess students' socio-emotional aspects using a problem-based learning model. This study employed a descriptive method with a qualitative approach. Data analysis techniques were carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions, with classification based on high, medium, and low categories in mathematical communication indicators. Based on the analysis results, students with high socio-emotional levels demonstrated strong mathematical communication, enabling them to express and interpret mathematical ideas in writing and use mathematical symbols in problem-solving. Conversely, students with low socio-emotional levels showed difficulty in expressing mathematical ideas in writing. The conclusions of this study indicate a relationship between socio-emotional levels and students' mathematical communication abilities. Consequently, teachers need to consider integrating socio-emotional approaches into learning to optimally and equitably improve students' mathematical communication.
Application of PBL by Using Manipulative Materials to Determine Students' Collaborative Abilities on Bar Diagram Materials Susilowati, Indri; Athma Putri Rosyadi, Alfiani; Mochamad Cholily, Yus
Mathematics Education Journal Vol. 9 No. 2 (2025): MEJ Vol 9 No.2
Publisher : Department of Mathematics Education University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/mej.v9i2.42956

Abstract

This study aims to describe students' collaborative abilities through the application of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by manipulative materials on bar diagram materials. The study used a descriptive qualitative approach and involved grade VII students working in several groups. Data was collected through observation, LKPD analysis, and documentation of the learning process. The results showed that PBL with manipulative materials facilitated active student involvement, role sharing, flexibility in discussions, group responsibility, and mutual respect. Interaction between students developed positively and encouraged mathematical discussion, although the quality of data analysis and interpretation still varied between groups. This research makes a conceptual contribution to understanding that the development of collaborative skills is not only determined by the structure of group work, but also by the quality of interaction and the use of manipulative materials in mathematics learning.
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN AUGMENTED DAN VIRTUAL REALITY DALAM PEMBELAJARAN UNTUK MENDUKUNG KOMPETENSI TPACK GURU SMA Rizky Utami Putri, Octavina; Zukhrufurrohmah, Zukhrufurrohmah; Athma Putri Rosyadi, Alfiani; Syaifuddin, Mohammad; Priyo Utomo, Dwi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.1959-1969

Abstract

Teknologi seringkali digunakan sebagai alat untuk presentasi dalam pembelajaran. Keselarasan teknologi, pedagogi, dan konten materi belum terintegrasi secara holistik untuk membangun keterlibatan siswa di kelas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) guru SMA melalui pendampingan pemanfaatan Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) dalam pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan pada salah satu SMA Muhammadiyah di Jawa Timur dengan peserta delapan guru. Kegiatan dengan pendekatan partisipatif ini dilaksanakan dengan tahap penyediaan perangkat AR dan VR, penyediaan bahan panduan praktis, pelatihan pembelajaran digital, workshop integrasi AR dan VR, pendampingan penyusunan perencanaan pembelajaran berbasis AR dan VR, serta evaluasi. Data dikumpulkan melalui angket dan wawancara yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 87,50% guru memberikan respon positif terhadap pelaksanaan kegiatan dan mencapai pemahaman TPACK yang lebih baik melalui integrasi AR dan VR dalam pembelajaran. Kegiatan ini juga meningkatkan kepercayaan diri guru dalam merancang pembelajaran berbasis teknologi Ar dan VR serta berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pendidikan dengan menunjukkan bahwa teknologi imersif seperti AR dan VR efektif dalam mendukung pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik