Efendy, Hakam
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Habiatuasi Nilai-Nilai Keagamaan dan Keterampilan melalui Kegiatan Rohani dalam Menciptakan Kesalehan di Pondok Pesantren Machfudz, Masyhuri; Azmi, Ulul; Efendy, Hakam
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v3i1.16176

Abstract

Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di dusun lowoksari melalui pengajaran dan pembiasaan (habituasi) nilai-nilai keagamaan dan keterampilan melalui kegiatan rohani trampil. Salah satu upaya yang dapat menunjang adalah kegiatan pendampingan pengajaran mengaji, hafalan surah pendek, dan muroja’ah. Dan juga melakukan kegiatan publick speeking, adzan, dan mewarna. Partisipan dalam kegiatan adalah anak TPQ Salafiyah Lowoksari Karangploso. Hasil KSM-T ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak TPQ dalam mengamalkan amaliyah keagamaan khususnya Amaliyah Aswaja Annadiyah, dan meningkatkan dan mengembangkan kamampuan dan ketrampilan mereka melalui pelatihan bahasa dan al banjari.
Japa Mantra and Offerings in the Walagara Wedding Tradition of the Tengger Tribe in Ngadas Village, Poncokusumo: A Study of Islamic Law Efendy, Hakam; Madyan, Syamsu; Hasan, Nur
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 20, No. 1 : Al Qalam (In Progress January 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v20i1.5907

Abstract

The Walagara tradition in Tenggerese weddings in Ngadas Village, Malang Regency, is a form of local wisdom that serves as a customary legalization of marriage. This tradition involves two main elements: the recitation of mantras and the presentation of offerings, understood as a medium of spiritual communication with the gods, water maidens, and ancestral spirits to request safety and blessings for the bride and groom. This study aims to analyze the symbolic meaning of the Walagara tradition and its legal implications from an Islamic legal perspective through an 'urf' approach. The method used is qualitative-descriptive with Clifford Geertz's symbolic-interpretive analysis. The results indicate that the mantras serve as a spiritual medium, recited by traditional shamans in the ancient Tenggerese language, accompanied by offerings containing cosmological meaning. Although the Tenggerese Muslim community continues to participate in this tradition, interpreting it as a form of cultural respect, under Islamic law, this practice is categorized as 'urf fāsid' due to its potential to contain elements of polytheism. Therefore, a wise approach to da'wah is needed to ensure that cultural preservation remains in line with the principles of monotheism.