Rahmadhani, Zulfa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN GENDER TERHADAP RESILIENSI SISWA SMA DI KOTA PONTIANAK Rahmadhani, Zulfa; Kur’ani, Nur; Hayati , Risna
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69421

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana siswa SMA pria dan wanita yang tangguh di Kota Pontianak berbeda satu sama lain. Kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri, mengatasi stres, dan bangkit kembali dari situasi yang sulit atau negatif dikenal sebagai ketahanan. Karena pria dan wanita diharapkan untuk memenuhi peran sosial, nilai-nilai budaya, dan harapan masyarakat yang berbeda, dihipotesiskan bahwa kesenjangan gender memengaruhi bagaimana orang mengembangkan ketahanan. 56 peserta 21 siswa pria dan 35 siswa wanita dipilih melalui pemilihan acak klaster untuk metodologi perbandingan kuantitatif penelitian ini. Skala ketahanan yang telah menjalani uji validitas dan reliabilitas (α = 0,802) digunakan untuk mengumpulkan data. Statistik deskriptif, Uji-T Sampel Independen, uji homogenitas Levene, dan uji normalitas Shapiro-Wilk semuanya digunakan dalam analisis data. Menurut temuan tersebut, data homogen dan terdistribusi secara teratur (Uji Levene Sig. = 0,571 > 0,05). Hasil uji-t menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam tingkat resiliensi siswa laki-laki dan perempuan, dengan Sig. (2-tailed) = 0,012 < 0,05. Skor rata-rata siswa laki-laki lebih tinggi (M = 65,29) dibandingkan dengan siswa perempuan (M = 61,17). Berdasarkan hasil ini, siswa laki-laki lebih mungkin untuk bersikap fleksibel dan resiliensi saat berada di bawah tekanan dibandingkan siswa perempuan. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa gender, yang dipengaruhi oleh konstruksi sosial dan budaya di lingkungan mereka, merupakan faktor signifikan dalam menentukan resiliensi remaja.
Hubungan peran orang tua dengan resiliensi akademik siswa sekolah menengah atas di Kalimantan Barat: bahasa indonesia Kur'ani, Nur; Tsabitah, Althaf; Caturulandari, Caturulandari; Rahmadhani, Zulfa
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1133300

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan peran orang tua dengan resiliensi akademik siswa SMA di Kalimantan Barat. Resiliensi akademik dipahami sebagai kemampuan siswa untuk bertahan, bangkit, melakukan adaptasi positif terhadap tekanan akademik, emosi dan sosial yang berkaitan dengan proses belajar. Fokus penelitian pada peran orang tua didasarkan pada pentingnya dukungan keluarga dalam membentuk ketahanan siswa. Peran orang tua diukur berdasarkan teori Baumrind yaitu pola asuh authoritarian, autoritatif dan permisif yang diukur melalui skala validasi ahli dan meliputi aspek dukungan emosional, pengasuhan serta keterlibatan dalam pendidikan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel penelitian ini terdiri dari 104 siswa kelas XII dari tiga SMA yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Instrument yang digunakan berupa skala resiliensi akademik (28 aitem) dan skala peran orang tua (16 aitem), dianalisis menggunakan korelasi product moment dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan peran orang tua dengan resiliensi akademik siswa (r = 0,359, p <0,01), dengan kekuatan hubungan tergolong rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi positif siswa terhadap keterlibatan dan dukungan orang tua berkaitan dengan tingkat resiliensi akademik siswa yang lebih tinggi. Data deskriptif menunjukkan 75,9% siswa menilai peran orang tua dalam kategori tinggi sementara 42,3% siswa memiliki tingkat resiliensi akademik yang tinggi. Implikasi praktis mencangkup perlunya pelatihan pola asuh sesuai dengan nilai budaya lokal Kalimantan Barat, serta program intervensi berbasis keluarga. Kebaruan penelitian ini terletak pada konteks budaya Kalimantan Barat yang belum banyak dikaji.