Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI CASE CONTROL : PEMANTAUAN PERTUMBUHAN, PEMBERIAN MAKAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN STUNTING PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KOTA SEMARANG: STUDI CASE CONTROL Anom Dwi Prakoso; Akhmad Azmiardi; Gabriela Advitri Febriani; Ayu Anulus
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v12i2.336

Abstract

Penurunan angka stunting masih menjadi priotitas utama dalam rangka tujuan pembangunan nasional. Indonesia menjadi Negara kedua dengan angka kasus stunting tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah kamboja.  Hasil survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2019 menunjukkan bahwa 1 dari 3 anak di Indonesia  terbukti mengalami stunting. Hal ini merupakan masalah serius mengingat sumberdaya yang paling berharga bagi suatu negara adalah sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara pemantauan pertumbuhan dan pemberian makan oleh pengasuh dengan kejadian stunting pada anak panti asuhan di Kota Semarang tahun 2019. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik melalui pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak panti asuhan di Kota Semarang. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 48 anak stunting sebagai kelompok kasus dan 48 anak normal sebagai kelompok kontrol dengan rentang usia 8-18 tahun dan diambil secara Purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner, microtoise dan aplikasi WHO Antro Plus. Analisis data diolah dengan spss menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan pemantauan pertumbuhan oleh pengasuh tergolong kurang baik (51.04%) dan pola pemberian makan tergolong kurang baik (54,17%). Uji statistik menunjukkan bahwa kejadian stunting memiliki hubungan yang signifikan dengan pemantauan pertumbuhan (p=0.025) dan pola pemberian makan (p=0.001). Diperlukan pemantauan kesehatan rutin dan edukasi dari petugas puskemas kepada pengasuh tentang cara menentukan status gizi anak dan pola asuh gizi yang benar dan baik.
Pembinaan Kesehatan Reproduksi Remaja Berencana Gabriela Advitri Febriani
Jurnal Abdimas ADPI Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Abdimas ADPI Sains dan Teknologi
Publisher : Asosiasi Dosen Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47841/saintek.v3i3.223

Abstract

Population in Indonesia in 2020 is 270,203,917 people with the number of teenagers (aged 10-19 years) as many as 46 million (17%). This large number of adolescents requires special attention from all parties, considering that adolescents are an age group that is vulnerable to the Three Basic Risks of Adolescent Reproductive Health Threats. The purpose of this community service is to educate adolescents about the importance of awareness in maintaining their reproductive health. This community service activity is in collaboration with the Information and Counseling Center for Adolescent Reproductive Health Rafflesia Singkawang Timur Districts, which was held on March 27, 2022, took place at the Singkawang City Regional Mess Court with a total of 24 male and female adolescents from Singkawang City. The method of activity is in the form of counseling through demonstrations, games, questions and answers and discussions. The counseling activity begins with a question and answer (pre-test). After counseling and discussion, a post-test was carried out and the result was an increase in knowledge with an average value of 77.6. This proves the need for special attention for adolescents to understand the importance of maintaining reproductive health in order to avoid the Three Basic Risks of Adolescent Reproductive Health Threats.