Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN LINGKUNGAN KERJA NON FISIK DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA GENERASI Z PADA ANANTARA ULUWATU BALI RESORT Ni Komang Juniari; Ni Wayan Sumetri; I Nyoman Suka Sanjaya
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.988

Abstract

Dalam sebuah perusahaan diharapkan untuk memiliki gaya kepemimpinan yang dapat mempengaruhi, memotivasi, menginspirasi, terbuka, serta memberikan pengaruh positif terhadap karyawan. Keberadaan gaya kepemimpinan yang tepat sangat dibutuhkan dalam memimpin sebuah perusahaan, khususnya dalam memimpin generasi Z yang memiliki karakteritik unik, adaptif, fleksibel, dan melek akan teknologi. Salah satu gaya kepemimpinan yang dianggap efektif adalah kepeimpinan transformasional. Selain kepemimpinan, lingkungan kerja non fisik seperti hubungan antar rekan kerja, komunikasi, serta dukungan dari atasan akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dari gaya kepemimpinan transformasional dan lingkungan kerja non fisik dalam meningkatkan motivasi kerja generasi Z pada Anantara Uluwatu Bali Resort. Metode ananlisis yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif , dengan sampel 20 orang karyawan generasi Z melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SPSS dan uji Macro Process Hayes. Hasil analisis menunnjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi kerja karyawan generasi Z, hal ini terlihat dari nilai LLCI 0,300 dan ULCI 0,729. Lingkungan kerja non fisik juga berpengaruh terhadap motivasi kerja generasi Z, yang dapat dilihat dari nilai LLCI 0,370 dan ULCI 0,990. Dan hasil analisis juga membuktikan bahwa lingkungan kerja non fisik dapat memediasi pengaruh gaya kepemimpinan transformsional terhadap motivasi kerja generasi Z, yang dapat dilihat dari nilai BootLLCI 0,132 dan BootULCI 0,611. Penerapan gaya kepemimpinan transformasional yang baik dan diimbangi dengan lingkungan kerja non fisik yang baik, dapat mengingkatkan motivasi kerja generasi Z pada Anantara Uluwatu Bali Resort.
IMPLEMENTASI GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN LINGKUNGAN KERJA NON FISIK DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA GENERASI Z PADA ANANTARA ULUWATU BALI RESORT Ni Komang Juniari; Ni Wayan Sumetri; I Nyoman Suka Sanjaya
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.988

Abstract

Dalam sebuah perusahaan diharapkan untuk memiliki gaya kepemimpinan yang dapat mempengaruhi, memotivasi, menginspirasi, terbuka, serta memberikan pengaruh positif terhadap karyawan. Keberadaan gaya kepemimpinan yang tepat sangat dibutuhkan dalam memimpin sebuah perusahaan, khususnya dalam memimpin generasi Z yang memiliki karakteritik unik, adaptif, fleksibel, dan melek akan teknologi. Salah satu gaya kepemimpinan yang dianggap efektif adalah kepeimpinan transformasional. Selain kepemimpinan, lingkungan kerja non fisik seperti hubungan antar rekan kerja, komunikasi, serta dukungan dari atasan akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dari gaya kepemimpinan transformasional dan lingkungan kerja non fisik dalam meningkatkan motivasi kerja generasi Z pada Anantara Uluwatu Bali Resort. Metode ananlisis yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif , dengan sampel 20 orang karyawan generasi Z melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SPSS dan uji Macro Process Hayes. Hasil analisis menunnjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi kerja karyawan generasi Z, hal ini terlihat dari nilai LLCI 0,300 dan ULCI 0,729. Lingkungan kerja non fisik juga berpengaruh terhadap motivasi kerja generasi Z, yang dapat dilihat dari nilai LLCI 0,370 dan ULCI 0,990. Dan hasil analisis juga membuktikan bahwa lingkungan kerja non fisik dapat memediasi pengaruh gaya kepemimpinan transformsional terhadap motivasi kerja generasi Z, yang dapat dilihat dari nilai BootLLCI 0,132 dan BootULCI 0,611. Penerapan gaya kepemimpinan transformasional yang baik dan diimbangi dengan lingkungan kerja non fisik yang baik, dapat mengingkatkan motivasi kerja generasi Z pada Anantara Uluwatu Bali Resort.
Analisis Beban Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Turnover Intention Karyawan pada Taman Safari Bali I Gusti Ayu Mahayani; I Nyoman Suka Sanjaya; Ni Wayan Sukartini
ARZUSIN Vol 5 No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/arzusin.v5i4.6907

Abstract

This study is motivated by the limited research on factors influencing turnover intention in conservation-based tourism, despite its significant impact on organizational sustainability and workforce stability. The study aims to examine the influence of workload and job satisfaction on turnover intention among employees at Taman Safari Bali. A quantitative research design was employed using purposive sampling with 85 respondents. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS 4. The results indicate that workload has a negative effect on turnover intention (β = -0.394) and a positive effect on job satisfaction (β = 0.302), while job satisfaction negatively affects turnover intention (β = -1.942); however, none of these relationships were statistically significant (p > 0.05). These findings suggest that variations in workload and job satisfaction do not significantly influence employees’ intention to leave the organization. Theoretically, this study contributes to the literature by highlighting the limited predictive power of internal variables on turnover intention within the context of conservation tourism. Practically, it offers empirical data from Bali’s tourism sector, which has been predominantly represented by hospitality-focused studies. Future research is recommended to adopt a longitudinal approach, expand regional coverage, and consider external variables such as leadership style, organizational climate, and work-life balance to achieve a more comprehensive understanding.