Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Lama Kerja, Beban Kerja, Shift Kerja Terhadap Persepsi Kelelahan Kerja Pada Pekerja Kitchen Di Hotel Jhl Solitaire Adani, Muhammad Faisal; Nurfadhilah
AN-NUR: Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): AN-NUR: Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/annur.6.1.83-93

Abstract

Kelelahan kerja adalah salah satu masalah K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) yang dapat menjadi pemicu utama terjadinya kecelakaan kerja. Kelelahan kerja merupakan kondisi di mana efisiensi dan ketahanan seseorang dalam bekerja menurun. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan teknik total sampling pada 60 pekerja kitchen di hotel Jhl Solitaire. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pembagian kuesioner. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Pada penelitian ini dilakukan pada seluruh pekerja kitchen di Hotel Jhl Soliteire. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat hubungan lama kerja dengan kelelahan kerja, dengan hasil uji statistik Chi-square didapatkan p-value sebesar 1.000 yang berarti p-value < 0.05. terdapat hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja dengan Crostabulation α = 0.05, didapatkan p-value sebesar 0.001 yang berarti p-value < 0.05. terdapat hubungan shift kerja dengan kelelahan kerja, dengan hasil uji statistic Chi-square menggunakan Crostabulation α = 0.05, didapatkan p-value sebesar 0.004. Hasil ini menunjukkan bahwa gambaran tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap kelelahan kerja, kecuali lama kerja.Diperlukan Hotel Jhl Solitaire membatasi jam kerja maksimal 8 jam per hari, memperhatikan beban kerja karyawan, dan rutin mengadakan pemeriksaan kesehatan untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit Kata Kunci : Kelelahan Kerja, Beban Kerja, Shift Kerja
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT MENGENAI PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB) MELALUI KEGIATAN PENYULUHAN DI POSYANDU CENDRAWASIH RW 013, KELURAHAN JOMBANG, KOTA TANGERANG SELATAN Ma’rifah, Adifa Nur; Shabiyya, Faiza Hukma; Azkya, Liana Nur; Adani, Muhammad Faisal; Novita, Reza; Tyanandha, Roro; Putri, Nabilla; Hakim, Shafwan; Nurfadhilah, Nurfadhilah
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): AS-SYIFA: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) bertujuan mengatur kehamilan, jarak kelahiran, dan usia ideal melalui perlindungan hak reproduksi guna menciptakan keluarga berkualitas. Setelah pandemi, program KB menghadapi tantangan dengan lonjakan angka kelahiran hingga 1,25%. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang KB melalui penyuluhan. Penelitian menggunakan desain One Group Pretest-Posttest dengan pendekatan kuantitatif. Hasil uji statistik menunjukkan nilai 0,000 yang menandakan terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Setelah penyuluhan, jumlah peserta dengan pengetahuan kategori baik meningkat menjadi 23 orang (100%). Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait KB. Kata Kunci : Keluarga Berencana, Kontrasepsi, Pengetahuan. --- Family Planning (FP) aims to regulate pregnancy, birth spacing, and ideal age through reproductive rights protection to build quality families. Post-pandemic, FP faced challenges with a birth rate surge of 1.25%. This activity aimed to improve community knowledge through counseling. This study used a quantitative method with a One Group Pretest-Posttest design. Statistical tests showed a value of 0.000, indicating a significant difference in knowledge before and after counseling. Afterward, participants with good knowledge increased to 23 people (100%). This shows that the counseling was effective in enhancing community understanding of FP. Keywords: Family planning, contraception, knowledge.