Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

JENDELA: MENGENAL TRADISI DAN PERMAINAN MASYARAKAT MELAYU MELALUI MUSEUM SANG NILA UTAMA Annisa, Nur; Amelia, Chesa; Gusvina; Putri, Hafifah Salsabila; Selvira, Viona; Hambali
Jurnal Antropologi Sumatera Vol. 22 No. 2 (2025): Vol 22, No 2 (2025): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2025
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jas.v22i2.66684

Abstract

 Globalisasi telah memberikan dampak yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan, terutama pada perkembangan fisik, mental, dan sosial generasi muda, yang relevan dengan konflik seputar identitas budaya. Museum Sang Nila Utama di Pekanbaru, Provinsi Riau, merupakan sumber daya pendidikan penting bagi generasi muda dan landmark budaya Malaysia. Museum ini menampilkan berbagai koleksi sejarah, kerajinan tradisional, pakaian adat, dan permainan tradisional Melayu Riau seperti gasing, congkak, dan layang-layang yang mengajarkan keterampilan sosial, kerja sama, dan kreativitas. Melalui upaya Dinas Kebudayaan Riau di bidang pendidikan, pengembangan fasilitas, dan promosi, museum ini secara bertahap meningkatkan minat publik, terutama di kalangan pemuda, dalam melestarikan dan mempromosikan budaya lokal di tengah modernisasi dan digitalisasi. Arsitektur dan filosofi museum yang dibangun di Malaysia juga memperkuat rasa identitas budaya. Studi deskriptif kualitatif ini menggunakan observasi, narasi, dan dokumentasi untuk memahami peran museum dalam menghadapi globalisasi dan melestarikan budaya lokal di Riau. Hasil penelitian menunjukkan betapa pentingnya museum sebagai jembatan antara masa lalu dan masa kini dalam memperkuat identitas budaya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
FOMO Remaja Berfoto di Zebracross Tugu Zapin Pekanbaru: Analisis Perilaku Sosial dan Perspektif Masyarakat Asifah, Aila; Putra, Andrian Syah; Amelia, Chesa; Sa’diyah, Halimatus; Hambali, Hambali; Syakira, Murni; Ayun, Qurata; Harahap, Rizky Dinda Sarmita; Syakirah, Veni Guslindra
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7478

Abstract

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) menjadi salah satu gejala sosial yang marak di kalangan remaja pada era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku sosial remaja yang melakukan aktivitas berfoto di area zebracross Tugu Zapin, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, pada dini hari. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melalui observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap beberapa remaja yang terlibat dalam aktivitas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi utama para remaja didorong oleh keinginan untuk memperoleh pengakuan sosial di media sosial, memperkuat eksistensi diri, dan mengikuti tren viral. Selain itu, perilaku ini juga mencerminkan adanya kebutuhan akan penerimaan sosial dan tekanan kelompok sebaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena FOMO berperan signifikan dalam membentuk perilaku sosial remaja di ruang publik, serta menunjukkan bagaimana media digital memengaruhi pola interaksi sosial generasi muda saat ini.