Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PEMBIAYAAN QARDH BANK WAKAF MIKRO AULIA CENDEKIA TERHADAP UMKM DI KELURAHAN TALANG JAMBE PALEMBANG Fauzi, Ikang; Saprida, Saprida; Nopriansyah, Waldi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah (JIMESHA) Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah (JIMESHA)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/jimesha.v5i2.744

Abstract

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ( UMKM ) yang memiliki modal sangat terbatas sehingga berkontribusi besar pada lambatnya akumulasi modal yang menyebabkan UMKM berkembang tidak signifikan dengan ini kehadiran Bank Wakaf Mikro mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan, pengentasan kemiskinan, pencapaian stabilitas sistem keuangan, serta melawan praktik rentenir di tengah-tengah masyarakat miskin. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pembiayaan qardh pada UMKM dan peran pembiayaan qardh terhadap peningkatan UMKM nasabah di Bank Wakaf Mikro Aulia Cendekia Palembang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pelaksanaan pembiayaan qardh Bank Wakaf Mikro Aulia Cendekia Palembang terdiri dari identifikasi nasabah dalam sekitar pondok pesantren, sosialisasi, uji kelayakan, pra Pelatihan Wajib Kelompok (PWK), PWK dan Halaqah Mingguan (HALMI). Proses pembiayaan qardh adalah prinsip sesuai syari’ah, menggunakan pola 2:2:1, tanpa agunan dan bersifat tanggung renteng. Pembiayaan dan pendampingan usaha yang dilakukan oleh Bank Wakaf Mikro Aulia Cendekia memberikan peranan sangat penting dan pengaruh positif terhadap peningkatan usaha mikro nasabah. Diantaranya peranan dampak positif yang dirasakan nasabah adalah terjadinya perkembangan usaha nasabah, pendapatan nasabah bertambah, jumlah produksi usaha bertambah dan laba usaha nasabah bertambah. Selain itu bertambahnya pengetahuan spiritualitas dan pengetahuan tentang kewirausahaan nasabah. Kendala yang dikeluhkan hampir semua nasabah terhadap pembiayaan qardh adalah pemberian dana pembiayaan qardh yang masih sangat kurang dirasakan nasabah sehingga perkembangan usaha, kenaikan produksi, bertambahnya laba dan pendapatan serta meningkatnya perekonomian tidak mengalami kenaikan secara signifikan untuk kemajuan usaha
Peran keluarga dan pesantren dalam menanamkan akhlak di era teknologi Yusmardi, Edi; Fauzi, Ikang; Susanti, Rika; Hendra, Fahmi; Tasman
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.22664

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly transformed social interactions, learning patterns, and moral orientations of younger generations. This study aims to analyze the role of families and Islamic boarding schools (pesantren) in cultivating moral values (akhlaq) amid technological advancement. The research employed a qualitative descriptive approach using interviews, observations, and document analysis involving parents, teachers, and pesantren caregivers. Data were analyzed through thematic analysis to identify patterns of moral education practices. The findings indicate that families serve as the primary foundation for moral formation through modeling, supervision, and value internalization, while pesantren reinforce moral discipline through structured religious learning, habituation, and exemplary leadership. Technology presents both challenges and opportunities; when guided properly, it becomes a medium for strengthening moral education rather than eroding it. This study contributes to the discourse on integrated moral education by highlighting collaborative strategies between family and pesantren in responding to digital-era challenges. The results imply the necessity of adaptive moral education models that integrate religious values with technological literacy to foster morally resilient generations. Abstrak Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pola interaksi sosial, cara belajar, dan orientasi nilai generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran keluarga dan pesantren dalam menanamkan nilai- nilai akhlak di tengah derasnya arus teknologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan orang tua, pendidik, serta pengasuh pesantren. Analisis data dilakukan melalui analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola pendidikan akhlak yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan sebagai fondasi utama pembentukan akhlak melalui keteladanan, pengawasan, dan internalisasi nilai, sementara pesantren memperkuat pembinaan akhlak melalui sistem pendidikan religius yang terstruktur, pembiasaan, dan figur teladan. Teknologi menghadirkan tantangan sekaligus peluang; dengan pendampingan yang tepat, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana penguatan pendidikan akhlak. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi keluarga dan pesantren dalam merespons tantangan era digital guna membentuk generasi yang berakhlak dan berdaya saing.