Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERFORMANCE ANALYSIS OF NATIONAL TABLE TENNIS ATHLETES: FACTORS AFFECTING ACHIEVEMENT Saragih, Devi Uliani Br; Priscilia, Anggie; Suwandira, Suwandira; Lubis, Ferdi Hasan; Pratama, Muhammad Yudha; Hafiz, Muhammad; Manalu, Nimrot; Padli, Zen
Journal Physical Education, Health and Recreation Vol. 11 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pjkr.v11i1.69062

Abstract

The purpose of this study is to evaluate the performance of national table tennis players by exploring the primary factors that influence their success. Coach NPC Mohd is the focus of the research. Ja’far, a skilled athlete and coach committed to nurturing future table tennis talents in Medan, North Sumatra. This study utilized a descriptive qualitative method, gathering data through in-depth interviews, direct observation of training and competitions, and documentation of accomplishments. The results showed that athletic performance is significantly impacted by physical, technical, mental, tactical, and social support factors. Sports Hall Training Facilities.
Pengaruh Latihan Interval Training Terhadap VO₂Max Atlet Lari pada Club Vendeta Training Center Manalu, Nimrot; Padli, Zen; Nasution, Abdul Aziz; Lubis, Fendra Ananta; Hidayat, Imam; Hidayat, Ahmad; Hasibuan, Royhan Taher; Siregar, Ferdiansyah
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan interval terhadap peningkatan VO₂Max pada atlet lari di Club Vendeta Training Center. Penelitian menggunakan desain pretest-posttest control group design dengan melibatkan 20 atlet yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen (n=10) yang diberikan perlakuan berupa latihan interval selama tiga minggu, dan kelompok kontrol (n=10) yang hanya menjalani latihan rutin tanpa perlakuan interval. Pengukuran VO₂Max dilakukan dengan Balke 15 menit Test pada saat pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan rata-rata VO₂Max sebesar 4,88 ml/kg/min, sedangkan kelompok kontrol hanya meningkat 0,45 ml/kg/min. Uji paired sample t-test pada kelompok eksperimen menghasilkan nilai signifikansi p = 0,000 ( 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan latihan interval terhadap peningkatan VO₂Max. Selanjutnya, uji independent sample t-test pada data posttest juga menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol dengan nilai p = 0,000 ( 0,05) dan selisih rata-rata sebesar 4,62 ml/kg/min. Dengan demikian, latihan interval terbukti efektif dalam meningkatkan VO₂Max atlet lari. Penelitian ini menegaskan pentingnya latihan interval sebagai strategi untuk meningkatkan kapasitas aerobik dan performa atlet, khususnya pada cabang olahraga lari jarak menengah maupun jauh.
Pengembangan Model Latihan Agility pada Permainan Sepak Bola Tanpa Menggunakan Speed Ladder Manalu, Nimrot; Padli, Zen; Ikhwandi, Rahmat; Gulo, Purfance Wilfred; Daeli, Wise Memori; Halawa, Yolan Putra
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis efektivitas model latihan agility pada permainan sepak bola tanpa menggunakan speed ladder. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/RD) dengan tahapan meliputi identifikasi potensi dan masalah, perancangan model, revisi, serta uji coba lapangan. Subjek penelitian terdiri atas 18 mahasiswa berusia 19–21 tahun yang mengikuti program studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi. Pengumpulan data dilakukan melalui angket tertutup menggunakan skala Likert empat kategori, yaitu sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, dan sangat setuju. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 94% responden memberikan tanggapan positif terhadap model latihan yang dikembangkan. Mayoritas responden menyatakan bahwa latihan tanpa speed ladder mudah diterapkan, efektif dalam meningkatkan kelincahan, relevan dengan kondisi permainan sepak bola, serta mampu meningkatkan motivasi latihan. Rata-rata skor angket sebesar 3,16 dari 4,00 menunjukkan tingkat penerimaan yang tinggi terhadap model latihan ini. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengembangan model latihan agility tanpa menggunakan speed ladder efektif, efisien, dan dapat dijadikan alternatif latihan bagi pemain sepak bola di berbagai tingkatan.