Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PERCEIVED SOCIAL SUPPORT TERHADAP WORK FAMILY CONFLICT PADA DUAL CAREER FAMILY DENGAN ANAK USIA DINI Marpaung, Irli Masitah; Oktari , Siska; Amenike, Diny
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 2 (2025): Tunas Cendekia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v8i2.7810

Abstract

Peningkatan angka keluarga karir ganda (dual career family) membawa tantangan bagi orang tua dalam menyeimbangkan peran pekerjaan dan keluarga, khususnya pada keluarga dengan anak usia dini. Kondisi ini dapat memicu konflik pekerjaan-keluarga (work family-conflict) yang berdampak terhadap kesejahteraan orang tua dan perkembangan anak. Salah satu faktor psikologis yang diyakini dapat membantu mengurangi dampak work family conflict yaitu persepsi individu tentang ketersediaan dukungan dari lingkungan sosial (perceived social support). Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh perceived social support terhadap work-family conflict pada dual career family dengan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berupa analisis regresi linear sederhana, dengan melibatkan 111 ayah bekerja dan 111 ibu bekerja dalam dual career family dengan anak usia dini di 12 TK dan daycare di Kota Padang menggunakan accidental sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur Work and Family Conflict Scale (WAFCS) (α = .930) dan Multidimensional Scale of Perceived social support (MSPSS) (α = .911). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara perceived social support terhadap work-family conflict pada dual career family dengan anak usia dini p = .001 (p < .05). Hal ini menunjukkan bahwa perceived social support berpengaruh secara signifikan terhadap work family conflict. Semakin tinggi tingkat perceived social support yang dirasakan orang tua bekerja dalam dual career family, maka semakin rendah tingkat work family conflict yang dialaminya.
Mengalame: tradisi budaya kearifan lokal yang memupuk kebersamaan dan meningkatkan ketahanan pangan pasca bencana hidrometrologi di Tapanuli Selatan Siregar, Ameilia Zuliyanti; Nauly, Meutia; Nasution, Zaid Perdana; Juairini, Arliza; Marpaung, Irli Masitah; Syafiruddin, Syafiruddin; Meutia, Siti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38790

Abstract

AbstractThis study aims to explore the Mangalame  tradition, a traditional dodol-making activity in the Sipirok community, specifically in Aek Ngadol Village, South of Tapanuli Regency. Traditional food, Dodol AlamAlame Batak Angkola community, carried out from generation to generation before Eid al-Fitr. The service community method was carried out through direct observation of the dodol-making activity involving approximately 20–30 person from community members in Aek Ngadol during March 2026. The results indicate that the dodol-making process (Alame) uses glutinous rice flour, coconut milk, salt, vanilla or flavour, and brown sugar as the main ingredients, cooked in a large cauldron using a wood-fired stove. The time-consuming mixing process is carried out alternately, reflecting the values of mutual cooperation and strong togetherness among the residents. This tradition serves not only as a traditional holiday food, but also as a means of strengthening social solidarity, a symbol of cultural identity, and a learning tool for the younger generation in preserving ancestral heritage. Then, Keywords: traditional food; dodol alame; local wisdom AbstrakPengabdian Ini bertujuan untuk mengeksplorasi tradisi Mangalame, yaitu kegiatan pembuatan dodol secara tradisional pada masyarakat Sipirok, khususnya di Desa Aek Ngadol, Kabupaten Tapanuli Selatan. Tradisi Ini merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Batak Angkola yang dilakukan secara turun-temurun menjelang Hari Raya Idul Fitri. Metode pengabdian dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap kegiatan pembuatan dodol yang melibatkan sekitar 20–30 orang dari masyarakat di Desa Aek Ngadol pada bulan Maret 2026. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa proses pembuatan dodol (Alame) menggunakan bahan utama, berupa tepung beras ketan, santan kelapa, dan gula merah yang dimasak dalam kuali besar menggunakan tungku Kayu Bakar. Proses Pengadukan yang memakan waktu lama dilakukan secara bergantian, mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan yang kuat di antara warga. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan kas Hari Raya, tetapi juga sebagai sarana Mempererat solidaritas sosial, simbol identitas budaya, serta media pembelajaran bagi Generasi Muda dalam melestarikan warisan leluhur. Kata kunci: makanan tradisional; dodol alame; kearifan lokal.