Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dakwah dan Struktur Kuasa Digital dalam ‘Jatuhnya’ Citra Diri Gus Miftah Fahma, Alhimni; Mahardika, Bayu
Dakwah Vol 11 No 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v11i2.3607

Abstract

Penelitian ini membahas pergeseran citra diri pendakwah dalam konteks struktur kuasa digital melalui studi kasus kontroversi Gus Miftah versus penjual Es Teh. Dengan menggunakan perspektif komunikasi simbolik dan teori konstruksi identitas, kajian ini mengungkap bagaimana ruang dakwah kini bertransformasi menjadi arena mediatik yang sarat akan polarisasi publik, ekspektasi moral kolektif, serta intervensi algoritmik. Hasil analisis menunjukkan bahwa otoritas dakwah di era digital tidak lagi ditentukan semata oleh legitimasi keilmuan atau institusional, melainkan oleh kemampuan pendakwah dalam mengelola keutuhan identitas komunikatif, menjaga authenticity, dan merespons dinamika publik yang semakin kritis. Fenomena ini menandai urgensi reorientasi strategi dakwah yang adaptif terhadap medan kuasa baru, di mana reputasi religius bersifat fluktuatif dan sangat bergantung pada persepsi publik digital.
Memanfaatkan Keterlibatan Pemuda dalam Komunikasi Toleransi Beragama di Tengah Generasi Digital Fahma, Alhimni; Ghulam, Zainil
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 8 No 1 (2024): AnCoMS, Oktober 2024
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v8i1.686

Abstract

This study explores harnessing the direct engagement of youth from SMK Pondok Pesantren Darul Muqomah and SMAK Katolik Santo Paulus in Jember, East Java, in fostering tolerance and creating a climate of interfaith harmony. Within interfaith youth collaboration project demonstrates inclusive communication by creating a space for open and mutually respectful dialogue, and so by blending the traditions of each institution, they promote interfaith understanding and early awareness of religious diversity while countering radical ideologies among young people. This qualitative research utilizes observation and documentation methods. The findings indicate that involving youth early through joint activities, regular and scheduled reciprocal visits, grounded in the local narratives and traditions of both institutions, effectively promotes tolerance, prevents radicalization, and cultivates a spirit of diversity and unity. The activities include interfaith dialogues, social actions, tradition exchanges, and digital outputs, which serve as practical approaches to fostering an understanding of tolerance. It is hoped that this method can be amplified by other communities that aim to preserve diversity, combat extremism, and promote religious tolerance.