Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ketida Setaraan Gender pada Perempuan di Pasar Pusat Padangpanjang, Provinsi Sumatera Barat Lestari, Engga
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk ketidaksetaraan gender yang dialami oleh perempuan di lingkungan Pasar Padangpanjang, Sumatera Barat. Ketidaksetaraan gender masih menjadi permasalahan mendasar dalam sektor informal, termasuk di pasar tradisional, di mana perempuan seringkali menghadapi keterbatasan akses terhadap peluang ekonomi, pembagian kerja yang tidak adil, serta minimnya representasi dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara mendalam terhadap para pedagang perempuan, pengelola pasar, dan pihak terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di Pasar Padangpanjang menghadapi berbagai bentuk diskriminasi, seperti beban kerja ganda, ketimpangan dalam kepemilikan lapak, serta stereotip sosial yang membatasi peran mereka dalam struktur pasar. Studi ini merekomendasikan perlunya intervensi kebijakan yang mendukung kesetaraan gender dan pemberdayaan ekonomi perempuan di pasar tradisional.
Makna Simbolik Tradisi Besuapi di Nagari Taluk, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat: Perspektif Antropologi Budaya Lestari, Engga; Yulika, Febri
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7960

Abstract

Skripsi ini mebahas Makna Tradisi Besuapi di Nagari Taluk, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat. Latar belakang penelitian ini merupakan salah satu tradisi budaya lokal yang masih di pertahankan masyarakat Nagari Taluk. Tadisi ini tidak hanya sebagai ritual tetapi mengandung makna simbol budaya yang di wariskan secara turun-temurun. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis makna simbolik yang terkandung dalam tradisi besuapi. Metode penelitian yang di gunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Antropologi Budaya dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan mengunakan analisis perspektif interpretatif simbolik Clifford Geertz. Hasil penelitian bahwa bagian dari pulut, wajik, nasi tumpang, ikan sepat laut, dadiah, manisan, penyaram, pisang, jeroan dan telur memiliki makna tersendiri. Kesimpulan bahwa tradisi besuapi bukan hanya ritual tetapi nilai-nilai adat, agama, dan kebersamaan menjadi identitas masyarakat Nagari Taluk.