Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOMPOS JERAMI PADI DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) Ebit
Journal TABARO Agriculture Science Vol. 7 No. 2: DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/ede0ps69

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditi hortikultura yang mengalami penurunan produktivitas akibat degradasi tanah dari penggunaan pupuk kimia secara berlebihan. Kompos jerami padi dan pupuk organik cair (POC) berpotensi untuk meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi penggunaan pupuk kimia dan hasil panen secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kompos jerami padi dan POC yang memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Penelitian  ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama  adalah K (kompos jerami padi) sedangkan faktor kedua adalah C (pupuk organik cair). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm), jumlah cabang sekunder, jumlah buah pertanaman, dan berat buah pertanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk kompos jerami padi dan POC berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah buah, dan berat buah per tanaman, tetapi, tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah cabang sekunder dan diameter batang. Kombinasi perlakuan terbaik adalah 166 g/polybag kompos jerami padi dan 168 ml/polybag POC (K3C2), yang menghasilkan produksi sebesar 4,54 ton/ha.
SOSIALISASI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DI SMA NEGERI 3 BENGKULU UTARA Ebit; Ahmad Dasan; Mikho Ardinata; Muhammad Faiz Isra
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): DESEMBER (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v5i2.9454

Abstract

UU No.30 tahun 2002 pasal 13 menyatakan bahwa KPK memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan program pendidikan antikorupsi pada setiap jenjang pendidikan.Upaya penyelenggaraan program pendidikan antikorupsi ditindak lanjuti dengan dilakukannya kerjasama antara Depdiknas dengan beberapa lembaga pendidikan (SD, SMP, SMA) maupun perguruan tinggi. Pelajarakan menjadi generasi penerus bangsa sehingga harus dikenalkan penerapan nilai-nilai pendidikan antikorupsi mulai dari hal-hal kecil dari contoh kebiasaan sehari-hari yang ternyata bisa menjadi bibit melakukan perbuatan yang mengarah pada perbuatan korupsi tanpa mereka menyadarinya, misalnya mencontek ketikaujian, membolos, mengumpulkan tugas tidak tepat waktu, datang terlambat kesekolah dan lain -lainnya. Untuk membudayakan pendidikan antikorupsi dikalangan pelajar, maka diperlukan kerja sama yang baik dari semua pihak termasuk pendidik untuk menjadi role model bagi siswanya dengan berprilaku antikorupsi. Pelaksanan kegiatan dilaksanakan di SMA negeri 3 Bengkulu Utara metode pelaksanaan sosialisasi tentang penanaman nilai-nilai antikorupsi. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner Karakteristik remaja berdasarkan jenis kelamin sebagian besar perempuan (77,3%) dan laki-laki (22,7%.) Pengetahuan tentang penanaman nilai-nilai antikorupsi sebelum pre test tentang korupsi itu sebagian besar berpengetahuan cukup (15%) dan setelah sosialisasi sebagian besar mengalami peningkatan menjadi berpengetahuan baik (66.91%). Penanaman nilai-nilai anti korupsi dikalangan pelajar merupakan hal yang penting untuk dilakukan supaya membiasakan diri agar pelajar melakukan hal-hal benar tidak bertentangan dengan nilai-nilai anti korupsi karena permasalahan korupsi di Indonesia sangat mengakhawatirkan dengan kasus tiap tahunnya meningkat.