Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Alternative Seedling Media Using Dicranopteris linearis and Rice Husk Charcoal for Acacia mangium Astuti, Ria; Pamoengkas, Prijanto; Srena, Mona Fhitri; Zuhriansah, Alfi Laila; Rahmah, Hanifa; Kusuma, Yosie Syadza; Br Lubis, Rizky Febriana
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4.9908

Abstract

Seedling quality contributes significantly to the development of industrial forest plantations. This study assessed Dicranopteris linearis (Resam) and rice husk charcoal mixtures as an alternative nursery media for Acacia mangium Willd. seedlings. The study was carried out using a Completely Randomized Design, and the data were analyzed using ANOVA. Five mixtures of resam and rice husk charcoal were tested: A (100% control), B (80%:20%), C (70%:30%), D (60%:40%), and E (50%:50%). The ratio of 70%:30% yielded the best performance, with a mean height of 12.84 cm, fresh weight of 4.63 grams, dry shoot weight of 1.53 grams, and a Seedling Quality Index (SQI) of 0.0018. These findings highlight mixed media C as the most effective composition and confirm the potential of resam and rice husk charcoal mixture as an effective and sustainable nursery media for industrial forest plantation.
PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT OLEH MASYARAKAT KOTA KUTACANE, KAB. ACEH TENGGARA, ACEH Br Lubis, Rizky Febriana; Zuhriansah, Alfi Laila; Karlina, Yuni
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i1.18084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat Kota Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, serta menganalisis pola penggunaan, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, dan cara pengolahannya. Penelitian ini dilaksanakan pada Juli 2025. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi langsung terhadap informan yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku etnobotani, dan berbagai dokumen pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 27 jenis tumbuhan obat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Anggota famili yang dominan adalah Zingiberaceae. Daun menjadi bagian yang paling sering digunakan (62,96 %), diikuti rimpang (18,52 %) dan buah (7,41 %). Metode penggunaan utama adalah diminum untuk penyakit dalam, sedangkan tempelan, olesan, dan digosok diterapkan pada gangguan eksternal. Teknik pengolahan masih sederhana, seperti perebusan, penumbukan, dan pemarutan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa meskipun berada di wilayah perkotaan, masyarakat Kota Kutacane tetap mempertahankan ketergantungan pada tumbuhan obat sebagai alternatif pengobatan tradisional.