Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH KOMPOS CAMPURAN AMPAS DAUN SEREH WANGI DENGAN ABU TERBANG TERHADAP PERTUMBUHAN Cananga odorata Alfi Laila Zuhriansah; Irdika Mansur; Sri Wilarso Budi R.
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 16, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Mei 2020
Publisher : Puslitbang tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol16.No2.2020.1077

Abstract

Abu terbang digunakan sebagai bahan campuran alternatif dalam pengomposan ampas daun sereh wangi sebagai pengganti dolomit. Campuran ampas daun sereh wangi dengan 2%, 5%, 10%, dan 15% abu terbang, ditambah 2% dolomit maupun tanpa penambahan bahan alkali dikomposkan terlebih dahulu. Kompos ditambahkan ke dalam tanah dengan perbandingan 1:1 b/b untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan Cananga odorata. Parameter pertumbuhan yang diamati yaitu pertambahan tinggi dan diameter tanaman, jumlah akar sekunder, panjang akar, berat kering pucuk dan akar, biomassa total, serapan hara, serta nisbah pucuk akar yang dianalisis 6 minggu setelah tanam. Analisis kandungan C-organik, N, P, K, Cu, Mn, Cd, Pb, dan As dilakukan pada media dan jaringan tanaman yang mendapat perlakuan tanah dengan penambahan kompos dari campuran ampas daun sereh wangi dengan 15% abu terbang (P6) dan dibandingkan dengan kandungan nutrisi yang sama pada media tanah tanpa kompos (K) maupun media dengan kompos dari campuran ampas daun sereh wangi dengan 2% dolomit (P2). Perlakuan P6 menghasilkan N, P dan K total yang cenderung tinggi, meningkatkan akumulasi dan serapan N hingga 20%, serta pH media tanam yang stabil pada kondisi netral. Perlakuan P6 juga menghasilkan konsentrasi Pb, Mn, Cu, As dan Cd dalam media tanam, serta akumulasinya dalam jaringan C. odorata yang rendah. Perlakuan P6 ke dalam tanah dapat menurunkan akumulasi Mn dan Cu dalam jaringan C. odorata. Berdasarkan hasil tersebut, kompos dengan campuran abu terbang dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif pengganti kompos dengan campuran dolomit.
PENGARUH KOMPOS CAMPURAN AMPAS DAUN SEREH WANGI DENGAN ABU TERBANG TERHADAP PERTUMBUHAN Cananga odorata Alfi Laila Zuhriansah; Irdika Mansur; Sri Wilarso Budi R.
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Mei 2020
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol16.No2.2020.1077

Abstract

Abu terbang digunakan sebagai bahan campuran alternatif dalam pengomposan ampas daun sereh wangi sebagai pengganti dolomit. Campuran ampas daun sereh wangi dengan 2%, 5%, 10%, dan 15% abu terbang, ditambah 2% dolomit maupun tanpa penambahan bahan alkali dikomposkan terlebih dahulu. Kompos ditambahkan ke dalam tanah dengan perbandingan 1:1 b/b untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan Cananga odorata. Parameter pertumbuhan yang diamati yaitu pertambahan tinggi dan diameter tanaman, jumlah akar sekunder, panjang akar, berat kering pucuk dan akar, biomassa total, serapan hara, serta nisbah pucuk akar yang dianalisis 6 minggu setelah tanam. Analisis kandungan C-organik, N, P, K, Cu, Mn, Cd, Pb, dan As dilakukan pada media dan jaringan tanaman yang mendapat perlakuan tanah dengan penambahan kompos dari campuran ampas daun sereh wangi dengan 15% abu terbang (P6) dan dibandingkan dengan kandungan nutrisi yang sama pada media tanah tanpa kompos (K) maupun media dengan kompos dari campuran ampas daun sereh wangi dengan 2% dolomit (P2). Perlakuan P6 menghasilkan N, P dan K total yang cenderung tinggi, meningkatkan akumulasi dan serapan N hingga 20%, serta pH media tanam yang stabil pada kondisi netral. Perlakuan P6 juga menghasilkan konsentrasi Pb, Mn, Cu, As dan Cd dalam media tanam, serta akumulasinya dalam jaringan C. odorata yang rendah. Perlakuan P6 ke dalam tanah dapat menurunkan akumulasi Mn dan Cu dalam jaringan C. odorata. Berdasarkan hasil tersebut, kompos dengan campuran abu terbang dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif pengganti kompos dengan campuran dolomit.
Penanaman Mangrove Sebagai Upaya Penyelamatan Lingkungan di Kawasan Mangrove Park Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh Anhar, Ashabul; Saputra, Danang Agung; Apriadi, Apriadi; Insyafrizal, Insyafrizal; Hanafi, Ilham; Jamilah, Maryam; Yanti, Lola Adres; Ar Rasyid, Ulfa Hansri; Hayati, Durrah; Siregar, Astri Winda; Zuhriansah, Alfi Laila; Rahmah, Hanifa; Prasetyo, Farhan Akmal; Butar-Butar, Ira Asmawar; Muslih, Ali M.
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2024): November
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i2.9903

Abstract

Pemanasan global memberikan banyak dampak negatif bagi kehidupan, gagal panen dalam pertanian merupakan salah satu dampak akibat pemanasan global yang terjadi. Hutan mangrove merupakan salah satu vegetasi khas daerah pesisir pantai yang tumbuh di daerah pasang surut air laut. Mangrove memiliki banyak manfaat bagi kehidupan, baik langsung maupun tidak langsung. Saat ini hutan mangrove terancam keberadaanya akibat aktivitas manusia seperti alih fungsi hutan mangrove menjadi pemukiman dan pertambakan. peristiwa perubahan iklim yang terjadi menarik perhatian dari semua kalangan lapisan masyarakat mulai dari akademisi, aktivis lingkungan hingga perusahaan-perusahaan besar. Program penanaman mangrove merupakan upaya yang dapat dilakukan dalam aksi menyelamatkan bumi. Perusahaan besar memiliki tanggung jawaban sosial dan lingkungan sekitar. Melalui program CSR penanaman 1000 batang mangrove merupakan salah upaya PT. Pertamina Patra Niaga dalam upaya menjaga lingkungan. Kegiatan penanaman mangrove ini dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2024 di kawasan Mangrove Park Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh yang dihadiri oleh pihak PT. Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Krueng Raya, Human Initiative Cabang Aceh, Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi Aceh, pemerintahan kecamatan Kuta Alam, Polsek Kuta Alam, Koramil Kuta Alam, Pemuda Peduli Mangrove Kuta Alam (Pemangku), Program Studi Kehutanan USK, BEM FKP USK, HIMASYLVA USK dan Pesantren Baitul Qur’an.  
Identification of Key Variables in the Utilization of Medicinal Ethnobotanical in KPHP Limau Unit VII Hulu Sarolangun Lubis, Rizky Febriana Br; Zuhriansah, Alfi Laila; Juramang, Risnayanti R.; Safitri, Ikraeni; Marpaung, Sutan Sahala Muda
Jurnal Pijar Mipa Vol. 20 No. 4 (2025): Special Issue
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v20i4.8868

Abstract

The ethnobotanical utilization of medicinal plants is an integral part of the local wisdom of the Penguluh Tribe community in KPHP Limau Unit VII Hulu Sarolangun, Jambi. However, the lack of systematic documentation of key variables hampers efforts to preserve and develop this practice. This study aims to identify key variables that play a role in the sustainability of medicinal ethnobotany utilization. The methods used include primary data collection through in-depth interviews with stakeholders, literature reviews, and analysis of relationships between variables using the MICMAC (Matrix of Cross-Impact Multiplication Applied to Classification) approach. The results of the study show that of the 15 variables analyzed, seven main variables, such as regulation, types of medicinal plants, cultivation techniques, sources of knowledge, social roles, conservation efforts, and integration of local and formal learning, have a significant influence on the medicinal ethnobotany utilization system. The regulatory variable is identified as the key factor with the highest impact. The discussion highlights the importance of managing driver and linkage variables to ensure system sustainability. In conclusion, strengthening regulations, conservation of natural resources, and integrating local knowledge with scientific approaches are needed to strengthen medicinal ethnobotany and sustain local communities' welfare.
Analysis of the Comfort Level of Green Open Spaces in Medan Srena, Mona Fhitri; Alfi Laila Zuhriansah; Kusuma, Yosie Syadza; Ria Astuti; Rizky Febriana Br Lubis; Rahmah, Hanifa; Sidabukke, Simon H
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4.9832

Abstract

Urban environmental comfort increasingly challenged by rapid population growth and development. Green Open Spaces (GOS) are crucial in enhancing community also life quality. This study assess the comfort value of GOS in Medan City by examining physical, biotic, and social factors. The research employed a combination of vegetation inventory to evaluate biodiversity, environmental measurements to assess air quality and noise levels, and public perception surveys to understand social comfort. The findings reveal that Cadika Park possesses the highest vegetation diversity with 31 tree species, dominated by Terminalia mantaly, which also recorded the highest Leaf Area Index (LAI) of 1.78. Physically, air quality within GOS areas is better than outside, although noise levels still exceed environmental quality standards. Socially, the community perceives GOS as comfortable and beneficial for daily activities. In conclusion, despite certain physical limitations, GOS in Medan City contributes positively to environmental comfort, underscoring the need for continuous management and sustainable development of urban green spaces.
Influence of Fly Ash Addition on Nutrient and Microbial Population in Citronella Leaf Waste Composting Zuhriansah, Alfi Laila; Mansur, Irdika; Budi R, Sri W.; Astuti, Ria; Lubis, Rizky Febriana Br; Rahmah, Hanifa; Shrena, Mona Fitri; Kusuma, Yosie Syadza
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4.9907

Abstract

The response of composting microbes to fly ash can show an increase or decrease in population depending on the type and concentration of fly ash used. This study aims to identify the effect of fly ash addition on the composting of citronella (Cymbopogon nardus (L.) Rendl.) leaf waste, specifically in relation to changes in the C/N ratio and the number of composting microbes, and the identification of fungal species that developed during the process. The composting treatments included citronella leaf waste without alkali (K), also with the addition of alkali in the form of 2% dolomite (D), fly ash of 2% (FA1), 5% (FA2), 10% (FA3) and 15% (FA4). The analysis used in this study was a quantitative descriptive analysis related to the analysis of C-organic and total N, as well as composting microbes. Quantitative descriptive analysis was employed to assess C-organic content, total nitrogen, and microbial populations. The results demonstrated that the incorporation of fly ash influenced both the C/N ratio and microbial abundance. The addition of 10% fly ash proved to be the most effective treatment, increasing nitrogen content and reducing the C/N ratio to 26, while supporting bacterial growth up to 3.0 × 10¹¹ CFU/g. Fungal identification revealed the presence of Rhizopus sp., Trichoderma sp., and Aspergillus sp., which contribute to the degradation of organic matter in citronella leaf waste.
Alternative Seedling Media Using Dicranopteris linearis and Rice Husk Charcoal for Acacia mangium Astuti, Ria; Pamoengkas, Prijanto; Srena, Mona Fhitri; Zuhriansah, Alfi Laila; Rahmah, Hanifa; Kusuma, Yosie Syadza; Br Lubis, Rizky Febriana
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4.9908

Abstract

Seedling quality contributes significantly to the development of industrial forest plantations. This study assessed Dicranopteris linearis (Resam) and rice husk charcoal mixtures as an alternative nursery media for Acacia mangium Willd. seedlings. The study was carried out using a Completely Randomized Design, and the data were analyzed using ANOVA. Five mixtures of resam and rice husk charcoal were tested: A (100% control), B (80%:20%), C (70%:30%), D (60%:40%), and E (50%:50%). The ratio of 70%:30% yielded the best performance, with a mean height of 12.84 cm, fresh weight of 4.63 grams, dry shoot weight of 1.53 grams, and a Seedling Quality Index (SQI) of 0.0018. These findings highlight mixed media C as the most effective composition and confirm the potential of resam and rice husk charcoal mixture as an effective and sustainable nursery media for industrial forest plantation.