Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGAPLIKASIAN EKSTRAK BEBERAPA BIOSTIMULAN PADA PERTUMBUHAN STEK MATOA (Pometia pinnata L.) Aisoi, Leonardo E.; Jeujanan, Semuel
NOVAE GUINEA Jurnal Biologi Vol. 14 No. 2 (2023): Novae Guinea Jurnal Biologi
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbanyakan Matoa (Pometia pinnata L.) secara generatif memang baik, namun memerlukan waktu yang cukup lama untuk suatu tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang menjadi dewasa. Perkembangan secara vegetatif merupakan salah satu alternatif yang perlu dilakukan, salah satunya dengan cara stek. Perkembangan dengan cara stek diharapkan dapat menjamin sifat-sifat yang sama dengan induknya. Penggunaan beberapa biostimulan alami dapat merangsang perakaran stek karena menghasilkan IAA (auksin). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan mempelajari teknik pembiakan vegetatif Matoa (Pometia pinnata L.) dan mengetahui pengaruh biostimulan yang cocok terhadap pembiakan vegetatif melalui stek pucuk dan stek batang Matoa (Pometia pinnata L.). Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu cara pemberian biostimulan (kontrol, perendaman dan pasta) dan jenis stek (batang dan pucuk), digunakan tiga kali ulangan dengan 3 batang stek setiap satuan perlakuan sehingga didapatkan 54 satuan percobaan dengan dua kali pengamatan. Perubahan-perubahan yang diamati adalah persentase stek hidup, persentase stek berkalus, jumlah kalus, persentase stek bertunas, jumlah tunas, panjang tunas, persentase stek berakar, jumlah akar, panjang akar, berat basah akar dan berat kering akar. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi tentang teknik pembiakan yang cocok serta biostimulan yang cocok untuk pengembangan stek Matoa (Pometia pinnata L.). Hasil penelitian menunjukan bahwa, tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari beberapa biostimulan terhadap pertumbuhan stek Matoa (Pometia pinnata L.). Kata Kunci : Biostimulan, Matoa, Vegetatif Generative propagation of Matoa (Pometia pinnata L.) is good, but it takes quite a long time for a plant to grow and develop into an adult. Vegetative development is an alternative that needs to be done, one of which is by cutting. Development by cuttings is expected to guarantee the same characteristics as the parent. The use of several natural biostimulants can stimulate the rooting of cuttings because they produce IAA (auxin). This research is an experimental study which aims to study the vegetative propagation techniques of Matoa (Pometia pinnata L.) and determine the effect of suitable biostimulants on vegetative propagation through shoot cuttings and stem cuttings of Matoa (Pometia pinnata L.). The research was carried out using a Completely Randomized Design (CRD) with two factors, namely the method of administering the biostimulant (control, soaking and paste) and the type of cuttings (stems and shoots), three replications were used with 3 cuttings per treatment unit so that 54 experimental units were obtained with two observation times. The changes observed were the percentage of live cuttings, the percentage of cuttings with callus, the number of callus, the percentage of sprouted cuttings, the number of shoots, the length of shoots, the percentage of rooted cuttings, the number of roots, the length of roots, the wet weight of roots and the dry weight of roots. It is hoped that the results of this research can provide information about suitable breeding techniques and suitable biostimulants for developing Matoa (Pometia pinnata L.) cuttings. The research results showed that there was no significant effect of several biostimulants on the growth of Matoa (Pometia pinnata L.) cuttings. Keywords : Biostimulant, Matoa, Vegetative.
PERKEMBANGAN TUMBUHAN PAKU Platycerum wandae DAN SUMBANGSIHNYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI Aisoi, Leonardo E.; Jeujanan, Semuel
NOVAE GUINEA Jurnal Biologi Vol. 15 No. 2 (2024): Novae Guinea Jurnal Biologi
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan Paku atau Pteridophyta merupakan salah satu topik dalam pembelajaran Biologi di SMP/SMA terutama mengenai metagenesis. Jenis paku yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran menganai metagenesis paku adalah Paku Platycerium wandae. Paku Platycerium wandae termasuk dalam kelompok Paku Tanduk Rusa adalah sekelompok tumbuhan paku epifit yang semuanya tergabung dalam genus Platycerium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan morfologi pada tiap fase perkembangan siklus hidup tumbuhan paku (Pteridophyta) dan waktu yang diperlukan selama proses perberkembangan mulai dari fase pembelahan sampai fase sporofit muda. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskritif. Data dikumpulkan melalui kegiatan pengamatan dan dokumentasi kemudian data tersebut deskripsikan secara komprehensif serta disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa struktur morfologi siklus tumbuhan paku yaitu Platycerium wandae mengalami perubahan-perubahan pada setiap fase siklus hidupnya. Waktu yang dibutuhkan tumbuhan paku mulai dari fase pembelahan sampai dengan terbentuknya sporofit muda yaitu selama 3-19 minggu. Paku Platycerium wandae dapat dikembangkan sebagai media pembelajaran Biologi karena selama ini informasi mengenai metagenesis tumbuhan paku terbatas hanya pada jenis paku tertentu saja, maka dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai siklus hidup tumbuhan paku terutama dari jenis Platycerium wandae. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan materi tambahan pada pelajaran biologi di SMA kelas X semester 1 yang berhubungan dengan kompetensi dasar 3.8 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan tumbuhan ke dalam divisio berdasarkan pengamatan morfologi dan metagenesis tumbuhan serta mengaitkan peranannya dalam kelangsungan kehidupan di bumi. Kata Kunci : Platycerium wandae, Metagenesis, Media pembelajaran IPA