Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tinjauan Logo Konseling terhadap Peran Orang Tua dalam Menjaga Identitas Iman Anak di Jemaat GMIM Immanuel Ratatotok Manuel, Aurelia Patrisia; Burhan, Vera E.
ATOHEMA: Jurnal Teologi Pastoral Konseling Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober || ATOHEMA: Jurnal Teologi Pastoral Konseling
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/atohema.v2i4.174

Abstract

Usia 17-25 tahun seseorang memiliki perilaku seksual yang sudah jelas dan mulai mengembangkannya dalam bentuk hubungan pacaran. Desa Ratatotok memiliki keberagaman agama, hal ini membuat diusia 17-25 seseorang sering kali terlibat dalam cinta beda agama. Penelitian ini bertujuan dan fokus utama pada peran konseling keluarga menjaga identitas iman  anak dalam menghadapi tantangan cinta beda agama dengan menerapkan tujuh dimensi permasalahan logo konseling yang dikemukan oleh Jacob Daan Engel dan Fredrik Hallatu . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan pengumpulan data melalui wawancara dengan melibatkan langsung keluarga dan anak yang terlibat cinta beda agama. Melalui penelitian yang dilakukan, didapati bahwa anak yang terlibat cinta beda agama di  Ratatotok disebabkan oleh konteks masyarakat yang berbeda agama, lingkungan menganggap bahwa cinta beda agama adalah wajar, rasa penasaran, ekonomi dan lemahnya peran orangtua. Inilah faktor penyebab terjadinya cinta beda agama di Ratatotok, masalah ini harus ditangani dengan serius, anak perlu dibimbing oleh keluarga agar tidak menjalani cinta beda agama apalagi sampai berpindah agama
Married by Accident dan Konflik Pasangan Pendampingan Interpersonal Pasangan Remaja di Desa Ratatotok Wowor, Syalommita Cournelia; Burhan, Vera E.
ATOHEMA: Jurnal Teologi Pastoral Konseling Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober || ATOHEMA: Jurnal Teologi Pastoral Konseling
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/atohema.v2i4.180

Abstract

Usia remaja merupakan usia yang masih mencari jati diri dan sangat labil dalam mengambil sebuah keputusan. Tetapi ketika telah salah melangkah, para remaja dituntut untuk bertanggung jawab atas perbuatan tersebut. Hal ini seringkali menjadi penyebab konflik interpersonal diantara pasangan remaja yang kaweng tasalah karena tidak memiliki kesiapan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan bagi remaja yang rentan dengan konflik akibat terlalu dini menikah. Hasil penelitian yang didapat adalah banyak remaja yang telah mengikuti pergaulan buruk dan kenakalan remaja yang berdampak negatif bagi kehidupan para remaja ini termasuk kaweng tasalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif-analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa remaja yang kaweng tasalah rentan terhadap konflik bahkan banyak kali terjadi KDRT. Kesimpulan yang didapat adalah walaupun para remaja telah memilih jalan yang salah, mereka perlu dituntun untuk membangun sebuah komitmen yang sungguh dalam kehidupan rumah tangga.
MEMBANGUN PASTORAL KONTEMPLATIF BAGI GENERASI Z YANG TERJEBAK DALAM ISU FEAR OF MISSING OUT (FOMO): Pastoral Sumangkut, Frisilia Jesika; Burhan, Vera E.
Jurnal Pelayanan Pastoral Jurnal Pelayanan Pastoral (JPP) Vol. 7 No. 1 April 2026
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM), STP-IPI Malang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/jpp.v7i1.1035

Abstract

Generation Z lives within a digital environment characterized by rapid information flows, limitless connectivity, and the dominance of social media in shaping identity. This reality gives rise to the phenomenon of Fear of Missing Out (FOMO), defined as anxiety experienced when individuals feel left behind from socially valued experiences. In the context of church life, FOMO not only affects psychological well-being but also diminishes the quality of spiritual growth among young people. This study aims to formulate a contemplative pastoral model as a church response in accompanying Generation Z experiencing FOMO-related pressures. The research employs a qualitative approach within the framework of practical theology, utilizing in-depth interviews with eight active young church participants in Manado, as well as a literature review. Data analysis was conducted thematically through stages of reduction, categorization, and theological interpretation. The findings reveal four main pillars of the contemplative pastoral model: (1) a culture of silence, (2) authentic personal accompaniment, (3) a non-competitive community, and (4) the formation of sustainable spiritual disciplines. This model is relevant as a pastoral approach to restoring the spiritual depth of Generation Z amid the pressures of digital culture.