Usia 17-25 tahun seseorang memiliki perilaku seksual yang sudah jelas dan mulai mengembangkannya dalam bentuk hubungan pacaran. Desa Ratatotok memiliki keberagaman agama, hal ini membuat diusia 17-25 seseorang sering kali terlibat dalam cinta beda agama. Penelitian ini bertujuan dan fokus utama pada peran konseling keluarga menjaga identitas iman anak dalam menghadapi tantangan cinta beda agama dengan menerapkan tujuh dimensi permasalahan logo konseling yang dikemukan oleh Jacob Daan Engel dan Fredrik Hallatu . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan pengumpulan data melalui wawancara dengan melibatkan langsung keluarga dan anak yang terlibat cinta beda agama. Melalui penelitian yang dilakukan, didapati bahwa anak yang terlibat cinta beda agama di Ratatotok disebabkan oleh konteks masyarakat yang berbeda agama, lingkungan menganggap bahwa cinta beda agama adalah wajar, rasa penasaran, ekonomi dan lemahnya peran orangtua. Inilah faktor penyebab terjadinya cinta beda agama di Ratatotok, masalah ini harus ditangani dengan serius, anak perlu dibimbing oleh keluarga agar tidak menjalani cinta beda agama apalagi sampai berpindah agama
Copyrights © 2025