Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perbandingan Metode Permainan Traditional dan Digital terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Bahasa Inggris pada Siswa Sekolah Dasar Melisa Khoyyiroh Harahap; Ika Utama Simamora
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v3i1.601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan secara kuantitatif pengaruh metode permainan tradisional dan permainan digital terhadap motivasi intrinsik dan hasil belajar kognitif Bahasa Inggris (kosakata dan struktur dasar) pada siswa kelas awal (Kelas II dan III) sekolah dasar. Dalam konteks pendidikan modern, efektivitas alat pedagogis harus diukur untuk optimalisasi kurikulum. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen kuasi dua kelompok perlakuan (two-group pretest-posttest design). Populasi penelitian adalah siswa kelas II dan III di salah satu SD di Kota Medan. Sampel dibagi menjadi Kelompok Eksperimen 1 (menggunakan Permainan Tradisional: Simon Says, Guessing Game) dan Kelompok Eksperimen 2 (menggunakan Permainan Digital: Kahoot!, Quizlet Live) selama enam minggu. Motivasi diukur menggunakan Angket Motivasi Intrinsik Modified ARCS (Skala Likert), dan Hasil Belajar diukur menggunakan tes objektif kosakata dan tata bahasa. Analisis data menggunakan ANOVA dua jalur (Two-Way ANOVA) dan uji-t independen. Hasil menunjukkan bahwa kedua metode permainan secara signifikan meningkatkan motivasi dan hasil belajar (p<0.05). Namun, ditemukan bahwa Permainan Digital menghasilkan peningkatan hasil belajar kognitif yang lebih tinggi secara signifikan (p=0.012), sementara Permainan Tradisional menghasilkan peningkatan motivasi intrinsik yang sedikit lebih tinggi tetapi perbedaannya tidak signifikan secara statistik (p=0.158). Disimpulkan bahwa integrasi kedua metode adalah strategi paling optimal: Permainan Digital untuk efisiensi transfer pengetahuan kognitif, dan Permainan Tradisional untuk pembangunan suasana kelas dan keterlibatan emosional.
Analisis Kesenjangan Pelaksanaan Supervisi Manajerial pada Jenjang Pendidikan Dasar Melisa Khoyyiroh Harahap; Ika Utama Simamora
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervisi manajerial merupakan fungsi esensial pengawas sekolah untuk memastikan efektivitas pengelolaan dan tata kelola sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan Analisis Kesenjangan (Gap Analysis) antara tingkat harapan (expectation) stakeholder (Kepala Sekolah, Guru, dan Komite Sekolah) dengan tingkat realitas pelaksanaan (perception) supervisi manajerial yang diberikan oleh pengawas sekolah di SD Swasta Pelangi Kota Medan. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert (Model Servqual dimodifikasi) yang mengukur lima dimensi supervisi manajerial: Perencanaan Program, Pelaksanaan Pembinaan, Evaluasi Tata Kelola, Kecepatan Respons, dan Dukungan Inovasi. Total 45 responden dilibatkan (1 Kepala Sekolah, 40 Guru, 4 Komite Sekolah). Hasil analisis kesenjangan (Gap = Realitas - Harapan) menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan negatif yang signifikan (Gap < 0) pada semua dimensi supervisi manajerial. Kesenjangan terbesar tercatat pada dimensi Dukungan Inovasi (Gap = -0.75) dan Kecepatan Respons (Gap = -0.68), mengindikasikan bahwa pengawas sekolah belum mampu memberikan dukungan yang memadai terhadap inisiatif inovasi sekolah dan respons yang cepat terhadap masalah manajerial yang mendesak. Sementara itu, kesenjangan terkecil ada pada dimensi Perencanaan Program (Gap = -0.35). Penelitian ini menyimpulkan bahwa layanan supervisi manajerial yang diterima SD Swasta Pelangi berada di bawah ekspektasi stakeholder, menuntut perlunya transformasi fokus supervisi dari kepatuhan administratif menjadi peran consulting dan fasilitator inovasi untuk memenuhi harapan yang semakin kompleks di sekolah swasta.