Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Karakteristik Geologi Selasari dan Sekitarnya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat Ratumanan, Ratih C F
Tanah Goyang : Jurnal Geosains Vol 2 No 2 (2024): Tanah Goyang : Jurnal Geosains
Publisher : Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/tanahgoyang.2.2.77-91

Abstract

Daerah Selasari, Jawa Barat, memiliki kondisi geologi kompleks yang mencakup aspek geomorfologi, stratigrafi, dan struktur geologi. Pola aliran sungai didominasi oleh pola dendritik, dengan satuan geomorfologi yang terdiri dari perbukitan denudasi landai-curam, perbukitan vulkanik berlereng curam, dan perbukitan karst berlereng agak landai. Secara stratigrafi, daerah ini terdiri atas empat satuan batuan: breksi vulkanik (Pombx), batupasir (Nmbp), batugamping tekstur kasar (Nmbgtk), dan batugamping tekstur halus (Nmbgth). Struktur geologi menunjukkan keberadaan antiklin dan sinklin, yang dianalisis melalui pengukuran jurus dan kemiringan lapisan. Sejarah geologi daerah penelitian dimulai pada kala Oligosen hingga Miosen Awal dengan aktivitas vulkanik, diikuti oleh proses sedimentasi klastik pada Miosen Tengah yang menghasilkan satuan-satuan batuan tersebut. Proses diagenesis dan kontak stratigrafi menunjukkan hubungan keselarasan antar satuan. Potensi geologi utama di daerah ini adalah batugamping, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi dan campuran semen. Penelitian ini memberikan pemahaman penting mengenai kondisi geologi daerah Selasari serta potensi sumber daya alamnya, hasil akhir akan dituangkan dalam bentuk peta kerangka, peta geomorfologi, peta pola jurus, peta geologi daerah penelitian.
Karakteristik Geologi Selasari dan Sekitarnya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat Ratumanan, Ratih C F
Tanah Goyang : Jurnal Geosains Vol 2 No 2 (2024): Tanah Goyang : Jurnal Geosains
Publisher : Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/tanahgoyang.2.2.77-91

Abstract

Daerah Selasari, Jawa Barat, memiliki kondisi geologi kompleks yang mencakup aspek geomorfologi, stratigrafi, dan struktur geologi. Pola aliran sungai didominasi oleh pola dendritik, dengan satuan geomorfologi yang terdiri dari perbukitan denudasi landai-curam, perbukitan vulkanik berlereng curam, dan perbukitan karst berlereng agak landai. Secara stratigrafi, daerah ini terdiri atas empat satuan batuan: breksi vulkanik (Pombx), batupasir (Nmbp), batugamping tekstur kasar (Nmbgtk), dan batugamping tekstur halus (Nmbgth). Struktur geologi menunjukkan keberadaan antiklin dan sinklin, yang dianalisis melalui pengukuran jurus dan kemiringan lapisan. Sejarah geologi daerah penelitian dimulai pada kala Oligosen hingga Miosen Awal dengan aktivitas vulkanik, diikuti oleh proses sedimentasi klastik pada Miosen Tengah yang menghasilkan satuan-satuan batuan tersebut. Proses diagenesis dan kontak stratigrafi menunjukkan hubungan keselarasan antar satuan. Potensi geologi utama di daerah ini adalah batugamping, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi dan campuran semen. Penelitian ini memberikan pemahaman penting mengenai kondisi geologi daerah Selasari serta potensi sumber daya alamnya, hasil akhir akan dituangkan dalam bentuk peta kerangka, peta geomorfologi, peta pola jurus, peta geologi daerah penelitian.
Karakterisasi Endapan Mangan Di Daerah Oelnunu, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur Pattimura, Nasya Syahnur; Napoh, Meinardi; Ratumanan, Ratih C F; Gultom, Rimawanto
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1312

Abstract

This study aims to characterize manganese deposits in the Oelnunu area, Polen District, Timor Tengah Selatan Regency, East Nusa Tenggara Province, using petrographic and geochemical analysis through X-Ray Fluorescence (XRF). The XRF results show that sample TTS-D has a very high Mn content (58.02% Mn and 74.91% MnO), along with low Fe, SiO2, and Al2O3 contents, indicating an economically viable manganese mineralization zone. Meanwhile, samples TTS-A, TTS-B, and TTS-C exhibit low Mn content with a dominance of silicate and iron elements. Petrographic analysis of TTS-D identified a dominance of opaque minerals (70%), interpreted as pyrolusite or manganite, along with secondary quartz in granular and radial fan forms (30%). The granular texture, uniform fracturing, and vein quartz support the formation of the deposit through supergene processes and tropical weathering. These findings are consistent with the lateritic manganese deposit model commonly found in tropical regions (Idrus et al., 2013; Sufriadin et al., 2015; Guo et al., 2024). This study confirms the economic potential of manganese deposits in the Oelnunu area as a target zone for further exploration.
Penentuan Zona Permeabel Berdasarkan Analisis Kerapatan Kelurusan Citra DEM-SRTM Dan 3D Micromine Software pada Potensi Panas Bumi Daerah Gunung Papandayan, Jawa Barat Ratumanan, Ratih C F; Wakanno, Ari
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i1.1302

Abstract

This study aims to identify permeable zones influencing geothermal manifestations in Mount Papandayan, West Java, which holds geothermal potential. The area's geology conditions indicate that geothermal manifestations are closely related to geological structures, interpreted from ridge and valley alignments in DEM SRTM imagery. These structures form weak zones serving as pathways for geothermal fluids to reach the surface. The analysis involves interpreting lineaments from DEM SRTM data to calculate lineament density, visualized using roset diagrams and 3D models in Micromine. Results show dominant lineament orientations trending Northeast–Southwest, Northwest–Southeast, and West–East. Field validation confirms geothermal features such as fumaroles, hot springs, and altered rocks in faulted zones, marked by fault scarps and sharp river bends. Lineament density in the study area varies, categorized as low (6.1–11.6 km⁻¹), medium (11.7–16.9 km⁻¹), and high (17.0–24.0 km⁻¹). Geothermal manifestations tend to appear in high-density zones associated with fractures or faults, which function as recharge and discharge channels for geothermal fluids. The 3D model supports the link between fault presence and geothermal surface manifestations in the area.