Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pesan Tabligh dalam Buku 250 Wisdoms Busyra, Muhammad
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 8 No 2 (2014): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v8i2.51382

Abstract

Explores the communication of Islamic values through written media as a form of dakwah bil-qalam. The advancement of printing and digital technology has transformed human ways of thinking and communicating, including in delivering religious messages. Komaruddin Hidayat’s 250 Wisdoms presents a series of reflective aphorisms that express moral and spiritual teachings (amar ma’ruf nahi munkar) in a simple yet profound manner. This research aims to identify the macro structure (themes) and micro structure (semantic meaning) of the tabligh messages within the text. Using Van Dijk’s discourse analysis model and a qualitative approach, the study applies textual interpretation and literature review. The findings reveal that 250 Wisdoms conveys tabligh messages both explicitly and implicitly through syntactic, stylistic, and rhetorical structures. The study concludes that the book serves as an effective medium of Islamic propagation, delivering messages that are reflective, communicative, and humanistic bridging spiritual teachings with the realities of modern life.
Studi Perbandingan Hak-Hak Keperdataan Anak Biologis Dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif di Indonesia Busyra, Muhammad
JURNAL HAKAM Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jhi.v9i1.10931

Abstract

Penelitian ini membahas tentang hak-hak keperdataan anak biologis menurut hukum Islam dan hukum Positif di Indonesia. Sebagaimana diketahui bahwa antara hukum Islam dan hukum Positif di Indonesia memiliki cara pendekatan dan cara pandang yang berbeda terkait hak-hak keperdataan anak biologis, dalam hukum Islam anak biologis hanya memiliki hubungan nasab (keperdataan) kepada Ibunya dan keluarga ibunya, sedangkan dalam hukum Positif anak biologis memiliki hubungan keperdataan dengan ayah dan ibunya serta keluarga ayah dan ibunya. Peneliti tertarik melakukan penelitian terkait hal ini karena ternyata ada konflik norma di dalamnya serta minimnya aturan yang mengatur secara komprehensif terkait hak-hak keperdataan anak biologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, kedudukan dan hak-hak keperdataan anak biologis menurut hukum Islam dan hukum Positif di Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah library research menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan empat model pendekatan, yakni statute approach, conceptual approach analytical approach dan comparative approach.Penelitian ini menghasilkan dua simpulan utama: pertama, anak biologis dalam hukum Islam lazim disebut dengan waladu al-zina> yang statusnya hanya memiliki hubungan keperdataan dengan ibunya dan keluarga ibunya. Sedangkan dalam hukum Positif anak biologis diantaranya adalah anak yang lahir di luar nikah tanpa adanya pengakuan dan pengesahan, anak zina (overspel) dan anak incest (sumbang), mereka memiliki hubungan keperdataan dengan ibu dan ayahnya serta keluarga ibu dan ayahnya. Kedua, meskipun dalam hukum Islam anak biologis tidak memiliki hubungan keperdataan dengan ayah biologisnya, ia juga tetap memiliki hak untuk mendapatkan biaya hidup, kesehatan, dan pendidikan serta hak mendapatkan harta melalui wasiat wajibah dari ayah biologisnya melalui lembaga ta’zi>r. Sedangkan anak biologis dalam hukum Positif di Indonesia mendapatkan hak sebagaimana anak sah dalam hukum positif di Indonesia.