Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGUATAN PILAR TAUHID DAN KEADILAN DALAM MEMBANGUN EKONOMI SYARIAH YANG RESPONSIF TERHADAP TANTANGAN EKONOMI GLOBAL Ridwan, Irwan Fauzy
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 3 No. 2 (2025): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v3i2.1962

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kembali fondasi konseptual ekonomi syariah dengan menekankan penguatan nilai-nilai tauhid dan keadilan sebagai pilar utama dalam merespons tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan normatif, studi ini menganalisis sumber-sumber primer hukum Islam (Al-Qur’an dan Hadis) serta literatur lainnya yang berhubungan dengan ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan tauhid tidak hanya mencerminkan aspek teologis, tetapi juga membentuk kerangka moral dan etis dalam pengambilan keputusan ekonomi. Prinsip keadilan yang berlandaskan maqasid syariah menjadi dasar untuk menciptakan sistem ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan. Penelitian ini berupaya memadukan antara tauhid dengan keadilan dalam membangun ekonomi syariah yang responsif terhadap dinamika global seperti krisis ekonomi, ketimpangan sosial, dan disrupsi teknologi. Sehingga diharapkan dapat membuka arah baru untuk riset lanjutan mengenai implementasi nilai-nilai ketauhidan dalam kebijakan ekonomi dan sektor keuangan Islam.
EQUITY CROWDFUNDING DALAM DISTRIBUSI ZAKAT Ridwan, Irwan Fauzy
La Zhulma | Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 1 No 1 (2020): Zakat dan Pembangunan
Publisher : LPPM IAIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/lazhulma.v1i1.9

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mencari saluran distribusi dana zakat yang tepat bagi mustahik dari asnaf fakir dan miskin, dengan memperhatikan prinsip pelarangan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan kajian eksploratif terhadap saluran distribusi zakat dari beberapa sumber melalui kajian pustaka. penelitian terdahulu menawarkan saluran distribusi zakat bagi mustahiq ashaf miskin melalui penyaluran pinjaman dana bergulir. Sedangkan bagi mustahik dari golongan fakir penulis menawarkan Equity Crowdfunding sebagai salah satu saluran distribusi dana zakat yang diharapkan mampu menjembatani keterbatasannya bagi sebab amal ataupun udhur, untuk mengakses rejeki melalui penyertaan modal dalam platform urun dana di perusahaan UMKM, Waralaba atau pun properti. Abstract: The aims of this study is to find the right distribution channel of zakat for mustahik from asnaf Fakir and Miskin, by observing the principle of prohibiting riba. This research is a qualitative descriptive study by conducting an explorative study of the distribution channel of zakat from several sources through literature review. the study launched a zakat distribution channel for Miskin mustahiq ashaf through Revolving Loan Loans. While the mustahik of the group of writers offering Equity Crowdfunding as one of the zakat fund channels which is expected to bridge its limitations for amal or udhur reasons, to access the fortune through capital participation for a fund-raising platform at Micro, Small, Medium Enterprises (UMKM), Franchises or even Property.
Filantropi Islam: Peran dan Problematika Dalam Pencapaian Sustainable Development Goals Ridwan, Irwan Fauzy
La Zhulma | Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 1 No 1 (2022): Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : LPPM IAIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/lazhulma.v1i1.27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai peran dan problematika yang dihadapi filantropi islam dalam upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dengan menggunakan pendekatan kualitatif dalam metode analisisnya serta tinjauan literatur pada desain penelitiannya. Melalui proses penelusuran litaresi yang dilakukan, hasil penelitian mengungkap bahwa terdapat beberapa peran penting dari filantropi islam dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Adapun yang menjadi faktor permasalahan dalam akselerasi capaian adalah terdapat faktor individual dan faktor kelembagaan yang harus dieliminasi, serta perlu adanya dukungan regulasi sehingga akan terhindar dari kesalahfahaman dan tumpang tindih dari masing-masing instrumen filantropi islam yang dapat menghambat capaian pembangunan berkelanjutan dalam tujuan pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan ekonomi. Diantara solusi yang ditawarkan dalam penelitian ini adalah melalui pendekatan individu berupa pemahaman dan pendekatan kelembagaan agar tercipta sinergitas, keberlajutan dan ketuntasan program-program dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Integration of Sharia Economy, Green Economy, and Sustainable Development Goals Mardani, Dede Aji; Ridwan, Irwan Fauzy; Masuroh, Imas Siti
International Journal of Nusantara Islam Vol 14 No 1 (2026): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v14i1.52542

Abstract

This study analyzes the integration of sharia economics, green economy, and the Sustainable Development Goals (SDGs) in strengthening the sustainable development model in Indonesia. Using a qualitative approach through in-depth interviews, field observations, and document analysis, this study found that sharia principles such as justice, balance, and benefit are aligned with the green economy agenda that emphasizes resource efficiency and environmental protection. The findings indicate that the implementation of Sharia financial instruments, such as productive zakat, green waqf, and green sukuk, significantly strengthens the funding of sustainable development projects and increases community participation. The coherence between the values of maqasid al-shariah and the SDGs targets makes sharia economics an effective ethical platform in the transition to low-carbon development. This study concludes that Sharia-green integration is a strategic approach to achieving inclusive and resilient development, although challenges remain, including limited regulations, inadequate institutional capacity, and limited public understanding. Recommendations for further research include the use of mixed methods, expanding the study to the halal industry sector, and developing an integrative theoretical framework based on maqasid and SDGs indicators.
Integration of Sharia Economy, Green Economy, and Sustainable Development Goals Mardani, Dede Aji; Ridwan, Irwan Fauzy; Masuroh, Imas Siti
International Journal of Nusantara Islam Vol 14 No 1 (2026): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v14i1.52542

Abstract

This study analyzes the integration of sharia economics, green economy, and the Sustainable Development Goals (SDGs) in strengthening the sustainable development model in Indonesia. Using a qualitative approach through in-depth interviews, field observations, and document analysis, this study found that sharia principles such as justice, balance, and benefit are aligned with the green economy agenda that emphasizes resource efficiency and environmental protection. The findings indicate that the implementation of Sharia financial instruments, such as productive zakat, green waqf, and green sukuk, significantly strengthens the funding of sustainable development projects and increases community participation. The coherence between the values of maqasid al-shariah and the SDGs targets makes sharia economics an effective ethical platform in the transition to low-carbon development. This study concludes that Sharia-green integration is a strategic approach to achieving inclusive and resilient development, although challenges remain, including limited regulations, inadequate institutional capacity, and limited public understanding. Recommendations for further research include the use of mixed methods, expanding the study to the halal industry sector, and developing an integrative theoretical framework based on maqasid and SDGs indicators.