Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Kreativitas dan Life Skills Siswa Melalui Kerajinan Tangan Berbasis Pemanfaatan Barang Bekas Ummi Inayati; Lina Agustina; Devi Maulidina; Ina Nopia Dinta; Isnatur Rhohmah; Izzatul Ilarifa; Lailatu Sya’diyah; Syadidul Fikri Zamroni; Riska Alfiyah Rohmatin; M. Syahrul Fajar; Ednandia Khabibatu Ulla
Transformative Service Journal Vol 1 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Yayasan Literasi Altruis Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service program is important because it aims to foster students’ creativity while simultaneously instilling environmental awareness through the utilization of recyclable materials available in their surroundings. The activity was carried out at MI Islamiyah Karangdowo, Sumberrejo District, Bojonegoro Regency, involving 50 students from grades 4, 5, and 6. The method used was the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, which emphasizes the utilization of assets and potentials already possessed by the partners as sustainable development capital. The implementation of the program resulted in tangible products, namely flower pots made from used bottles (20 pieces) by grade 4 students, tissue holders from ice cream sticks and used cardboard (15 pieces) by grade 5 students, and photo frames from cardboard and seeds (15 pieces) by grade 6 students. The results indicated an increase in students’ creative skills, the growth of environmental cleanliness awareness, and stronger collaboration between teachers and students. The handicraft products created were not only functional and aesthetically valuable but also provided students with hands-on experience in managing recyclable materials creatively. In addition, teachers were motivated to integrate creativity-based learning into the teaching process. The positive impacts of this program can be seen in students’ behavioral changes toward waste management, improved creative abilities, and the creation of an innovative learning atmosphere. Program sustainability is planned through integration into the local content curriculum, the establishment of a creative school community, and the development of partnerships with external parties.
PERAN GURU DALAM MENANAMKAN PENDIDIKAN KARAKTER LEWAT PEMBIASAAN RELIGIUS PADA SISWA MI ISLAMIYAH KARANGDOWO Robiatul Adawiyah; Isnatur Rhohmah; Siti Maghfirotin Shoimah; Dwi Nurista; Faizzatur Rahma Azzahrah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 2 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Februari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/vw0b8y26

Abstract

Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pengembangan kemampuan intelektual peserta didik, tetapi juga berperan penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian yang berakhlak mulia. Fenomena dekadensi moral yang terjadi pada peserta didik menuntut lembaga pendidikan, khususnya Madrasah Ibtidaiyah, untuk mengimplementasikan pendidikan karakter secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan pendidikan karakter melalui pembiasaan religius pada siswa MI Islamiyah Karangdowo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru kelas dan guru Pendidikan Agama Islam, serta kepala madrasah dan siswa sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa MI Islamiyah Karangdowo mengimplementasikan berbagai bentuk pembiasaan religius secara terencana, terprogram, dan berkesinambungan, seperti berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, shalat dhuha dan shalat dzuhur berjamaah, tadarus Al-Qur’an, istighosah dan tahlil rutin setiap pekan, pembiasaan mengucapkan salam, serta peringatan hari besar Islam. Guru berperan strategis sebagai teladan, pembimbing, dan motivator dalam pelaksanaan pembiasaan religius tersebut. Keteladanan guru dalam sikap religius, disiplin, dan santun menjadi faktor utama dalam proses internalisasi nilai-nilai karakter. Melalui pembiasaan religius ini, nilai-nilai karakter seperti religiusitas, disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian berhasil ditanamkan dan tercermin dalam perilaku sehari-hari siswa.
Penerapan Metode Jigsaw Untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa pada Pelajaran Pendidikan Pancasila di Mi Islamiyah Karangdowo Robiatul Adawiyah; Artika Dwi Cahyani; Isnatur Rhohmah
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 7 No. 2 (2025): At-Tarbiyah, Vol 7 (2) Desember 2025
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/atjpkk.v7i2.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan metode Jigsaw dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di MI Islamiyah Karangdowo dengan pendekatan deep learning untuk meningkatkan partisipasi siswa. Pendidikan Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk karakter bangsa Indonesia, dengan tujuan agar peserta didik tidak hanya memahami tetapi juga menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Namun, observasi awal menunjukkan bahwa pembelajaran yang berlangsung cenderung berpusat pada guru dan minimnya partisipasi aktif siswa. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengintegrasikan metode Jigsaw, yang menekankan pembelajaran kooperatif dalam kelompok kecil, dengan pendekatan deep learning yang mendorong pemahaman mendalam dan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, serta teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Jigsaw berhasil meningkatkan partisipasi siswa dalam diskusi, mengembangkan keterampilan sosial, serta memperdalam pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila. Meskipun ada tantangan terkait perbedaan kemampuan pemahaman siswa dan pengelolaan waktu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi metode Jigsaw dan deep learning efektif dalam menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan berorientasi pada pembentukan karakter. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Pancasila di tingkat Madrasah Ibtidaiyah.