Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelestarian Tradisi Pengajian Dalā’il al-Khayrāt di Makam Abah Yai Haji Sabihi Desa Bendung melalui Pemberdayaan Generasi Muda Siti Ika Mudrikah; Desty Endrawati Subroto; Zia’ul Fatwa Andini Yusuf; Septi Aulia; Muhamad Alferman
Mitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin (MJPMM) Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mjpmm.v1.i2.4

Abstract

Tradisi pengajian Dalā’il al-Khayrāt di makam Abah Yai Haji Sabihi, Desa Bendung, merupakan bentuk pelestarian warisan spiritual Islam yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat setempat. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap malam Rabu dan diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, keluarga besar Abah Yai, hingga generasi muda. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai keagamaan dan sosial yang terkandung dalam praktik tersebut, sekaligus menyoroti peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan tradisi di tengah tantangan modernisasi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tradisi ini menjadi simbol penghormatan (takdzim) terhadap ulama, sarana menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta ruang spiritual kolektif yang memperkuat ikatan sosial masyarakat. Partisipasi aktif generasi muda, termasuk pemanfaatan media sosial, menjadi faktor penting dalam mempertahankan tradisi agar tetap hidup dan relevan di era digital. Kegiatan ini memberikan manfaat berupa penguatan pelestarian budaya keagamaan, penguatan identitas spiritual masyarakat, serta kontribusi terhadap pengembangan kajian budaya Islam Nusantara yang kontekstual. Dengan demikian, pengajian Dalā’il al-Khayrāt tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga refleksi dinamika spiritualitas lokal yang terus tumbuh dan adaptif.
Implementasi Program Sirkumsisi dan Skrining Kesehatan sebagai Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat Nuzry, Kartini Aprilia Pratiwi; Septi Aulia; Indria Nabiilah Putri; Roihana Anika Putri Jamhari; Ramatu Pena
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.689

Abstract

Sirkumsisi merupakan tindakan bedah minor yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) sebagai bagian dari strategi pencegahan HIV yang komprehensif serta memiliki berbagai manfaat kesehatan. Selain itu, skrining kesehatan masyarakat berperan penting dalam deteksi dini penyakit tidak menular, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan layanan sirkumsisi dan skrining kesehatan masyarakat serta meningkatkan pemberdayaan kesehatan masyarakat melalui edukasi kesehatan. Program pengabdian masyarakat bertajuk "HOPE: Health Outreach for People's Empowerment" dilaksanakan oleh AMSA-UHO pada 7 September 2025 di SMAN 5 Konawe Selatan. Metode kegiatan meliputi senam sehat, talk show edukasi, dan pemeriksaan kesehatan yang mencakup pengukuran tekanan darah, kolesterol, gula darah, dan asam urat. Prosedur sirkumsisi dilakukan oleh dokter berkompeten, serta edukasi kesehatan disampaikan oleh dokter spesialis anak. Sebanyak 52 anak mengikuti prosedur sirkumsisi dan 17 peserta memperoleh pemeriksaan kesehatan komprehensif. Edukasi kesehatan berfokus pada kesehatan remaja, manfaat sirkumsisi, dan pencegahan penyakit tidak menular. Hasil skrining menunjukkan adanya beberapa kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian dan tindak lanjut lebih lanjut. Partisipasi dan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini tergolong tinggi. Program bakti sosial ini berhasil mengintegrasikan layanan kesehatan preventif, promotif, dan kuratif secara efektif. Pelaksanaan sirkumsisi, skrining kesehatan, dan edukasi kesehatan berkontribusi terhadap peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat serta akses terhadap layanan kesehatan dasar. Kolaborasi berkelanjutan antara institusi akademik dan masyarakat lokal diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.