Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesejahteraan Psikologis (Well-being) sebagai Determinan Prestasi Akademik dalam Pendidikan Tinggi Aji Muliardi Akbar, Lalu; qomari Hidayat, M.; Sopian Hadi, Heri
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 8 (2025): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Agustus 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v3i8.1686

Abstract

Kesejahteraan psikologis (well-being) telah menjadi isu krusial dalam pendidikan tinggi, terutama di era pascapandemi yang ditandai dengan perubahan pola belajar, tuntutan akademik yang semakin kompleks, serta tekanan sosial-emosional pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran well-being sebagai determinan prestasi akademik mahasiswa di perguruan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto korelasional. Responden penelitian berjumlah 350 mahasiswa dari berbagai program studi yang dipilih secara stratified random sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi skala psychological well-being yang diadaptasi dari Ryff’s Psychological Well-Being Scale serta data indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa sebagai indikator prestasi akademik. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linier berganda untuk melihat hubungan dan kontribusi well-being terhadap prestasi akademik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kesejahteraan psikologis mahasiswa dengan prestasi akademik (r = 0,587; p < 0,01). Lebih lanjut, analisis regresi menunjukkan bahwa well-being berkontribusi sebesar 34,5% terhadap variansi prestasi akademik (R² = 0,345; p < 0,001). Aspek self-acceptance dan environmental mastery merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap pencapaian akademik mahasiswa, sementara aspek autonomy dan personal growth memberikan pengaruh tambahan yang signifikan terhadap motivasi belajar. Temuan ini menegaskan bahwa kesejahteraan psikologis merupakan faktor determinan yang tidak dapat diabaikan dalam upaya peningkatan prestasi akademik mahasiswa. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu mengembangkan kebijakan dan program pendukung seperti konseling akademik, penguatan student well-being center, serta strategi pembelajaran yang menyeimbangkan tuntutan akademik dengan dukungan psikososial. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya pergeseran paradigma pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada capaian kognitif, tetapi juga memperhatikan aspek afektif dan psikologis sebagai landasan tercapainya prestasi akademik yang optimal.
Integration of Digital Technology in Mathematics Learning: A Review of the Literature on Pedagogical and Cognitive Impacts Aji Muliardi Akbar, Lalu; Azahra, Qiara
LOGIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2026): LOGIKA: Jurnal Pendidikan Matematika, Februari 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/logika.v2i1.354

Abstract

The integration of digital technology in mathematics learning is a strategic issue in line with the demands of strengthening high-level thinking skills and transforming education in the digital era. This study aims to comprehensively analyze the pedagogical and cognitive impact of the integration of digital technology in mathematics learning based on the latest empirical findings. The method used is a systematic literature review of peer-reviewed articles published in the period 2020–2025 and indexed in reputable databases, such as Scopus, Web of Science, ERIC, and Google Scholar. The analysis is carried out through narrative and thematic synthesis by grouping the findings into pedagogical and cognitive dimensions. The results of the study show that the integration of digital technologies, including visualization devices, interactive media, and artificial intelligence, contributes positively to improving the quality of mathematics learning, especially in terms of cognitive engagement, conceptual understanding, and the development of mathematical reasoning. However, the effectiveness of technology integration is highly dependent on pedagogical design, teachers' digital pedagogical competencies, and institutional support. In conclusion, digital technology is not deterministic, but functions optimally as a pedagogical instrument when consciously cognizant and contextual are integrated. This study makes a theoretical and practical contribution to the development of meaningful and sustainable technology-based mathematics learning.