Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksistensi Model Project Based Learning di Sekolah Dasar dalam Mendukung Program Merdeka Belajar Syahlan, Ia Dahlia; Hidayat, Dede Rahmat; Hidayat, Otib Satibi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP) Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan (SNKP) 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep Merdeka Belajar merupakan kebijakan baru dalam dunia pendidikan nasional. Kurikulum Merdeka hadir untuk menyempurnakan kurikulum 2013. salah satu model unggulan yang diterapkan pada kurikulum Merdeka adalah model Project Based Learning (PjBL). Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan mendeskripsikan kajian mengenai penerapan model PjBL dalam kurikulum Merdeka di sekolah dasar beserta hambatan dan sousinya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dari buku dan 40 artikel yang berkaitan dengan Merdeka Belajar dan penerapan model Project Based Learning (PjBL) di sekolah dasar. Informasi yang ditemukan kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, prinsip model PjBL sejalan dengan prinsip Merdeka Belajar. Namun pada praktiknya, penerapan model PjBL masih mengalami hambatan. Hambatan tersebut adalah: manajemen waktu yang kurang baik; guru dan siswa belum memahami konsep PjBL; kurangnya motivasi guru dan siswa; dan fasilitas belum memadai. Pada bagian akhir artikel, peneliti menyajikan alternatif solusi yang dapat dipertimbangkan lebih lanjut oleh guru, sekolah dan perancang kurikulum guna mengatasi masalah yang terjadi selama pelaksanaan PjBL di sekolah dasar.
Analisis Tren Penelitian Pembelajaran IPS Sekolah Dasar pada Era Kurikulum Merdeka Syahlan, Ia Dahlia
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6306

Abstract

Pembelajaran IPS di sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk pengetahuan, keterampilan, dan karakter peserta didik, namun implementasinya pada era Kurikulum Merdeka masih menghadapi berbagai tantangan sekaligus peluang riset yang belum dipetakan secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren penelitian pembelajaran IPS Sekolah Dasar pada era Kurikulum Merdeka, mencakup identifikasi tema, metode penelitian, fokus kajian, dan kecenderungan perkembangan topik penelitian. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan desain systematic literature review yang menganalisis 80 artikel jurnal yang dipublikasikan pada rentang tahun 2023–2026, dengan kriteria inklusi: (1) artikel membahas pembelajaran IPS atau IPAS pada jenjang sekolah dasar, (2) dipublikasikan pada tahun 2023-2026, (3) tersedia dalam bentuk teks lengkap (full text), dan (4) terindeks pada basis data Google Scholar, SINTA, atau DOAJ. Data dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis) dengan melibatkan dua peneliti dalam proses kategorisasi untuk memastikan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode kualitatif deskriptif (48,8%) dan studi literatur (25,0%) paling banyak digunakan, dengan tema dominan berupa integrasi IPA-IPS menjadi IPAS (18 artikel) serta kesiapan dan persepsi guru terhadap Kurikulum Merdeka (17 artikel). Ditemukan pula pergeseran orientasi penelitian dari kajian deskriptif mengenai kesiapan kebijakan pada periode 2023–2024 menuju kajian evaluatif-eksperimental terhadap efektivitas model Project Based Learning pada periode 2025–2026. Penelitian ini turut mengidentifikasi kesenjangan penelitian pada dimensi karakter dan kewarganegaraan, serta persoalan integrasi IPA-IPS yang belum tuntas pada level desain kurikulum dan bahan ajar. Temuan ini memberikan peta komprehensif mengenai perkembangan kajian pembelajaran IPS Sekolah Dasar pada era Kurikulum Merdeka, sekaligus rekomendasi arah penelitian lanjutan yang lebih seimbang antara dimensi kognitif dan afektif-sosial.